Sense and Sensibility Volume 3 - Jane Austen

Sense and Sensibility - Jane Austen

Volume 3

Bab 37
Bab ini merupakan bab pertama di volume terakhir buku Sense and Sensibility. Sejauh ini, sudah cukup banyak konflik, kisah, dan tokoh yang telah di kenalkan kepada pembaca. Di dalam bab ini, Miss Steele memiliki kabar tentang pertunangan Edward dan Lucy. Mendengar kabar tersebut, Fanny menjadi sangat marah hingga ia harus mengusir Miss Steele beserta Lucy dari tempat tinggalnya. Mr. John Dashwood lekas membincangkan hal ini kepad Elinor dan Marianne. Ia mengatakan bahwa jika Edward tetap memilih untuk menikah, maka ia akan kehilangan harta warisnya.

Mrs. Ferrars dan Fanny yang diceritakan sebelumnya sangat menyukai Lucy dan Miss Steele sekarang berubah total. Mereka marah besar terhadap Lucy serta Miss Steele setelah mengetahui sifat - sifat buruk yang dimiliki Lucy. Dari awalnya teman dekat hingga diundang untuk tinggal di penginapannya, sampai diusir. Sungguh perbedaan yang drastis, bukan? Disini kita dapat lihat bahwa waktu dapat mengubah segalanya. Hal ini dapat dikaitkan dengan kehidupan nyata. Mungkin sekarang semuanya baik - bak saja, namun tak ada yang tahu apa yang akan terjadi semenit kemudian.


Bab 38
Edward yang di bab lalu dikatakan tak akan menerima warisan, kini berusaha memperolah posisi di gereja untuk mendapatkan uang. Masih ingat Lucy yang di volume lalu diceritakan bersifat kejam kepada Elinor? Sekarang ia menuliskan surat bagi Elinor untuk meminta bantuan. Sekali lagi bisa dilihat bagaimana situasi telah berubah secara drastis. Jujur saja, saya tak pernah mengira bahwa cerita akan menjadi seperti ini. Namun, dengan membuat cerita seperti ini, cerita akan menjadi lebih menarik dan lebih dinamis.  

Bab 39
Bab ini menceritakan tentang Marianne yang sudah tak sabar untuk pulang ke rumahnya, namun Mrs. Jennings dan Elinor belum siap untuk pergi karena khawatir akan Edward. Kolonel Brandon yang sudah cukup lama tak muncul dicerita, kini muncul lagi. Ia membantu Edward untuk mendapatkan posisi dan membantu permasalahan Elinor. Kalau menurut saya, Kolonel Brandon membantu Elinor karena ia memang memiliki hati yang baik. Bisa juga karena ia ingin memberikan perlakuan yang baik di hadapan Marianne, untuk memuja hati Marianne.


Bab 40
Mrs. Jennings mengira bahwa ada hubungan yang spesial antara Kolonel Brandon dan juga Elinor. Padahal, Kolonel Brandon dan Elinor sangat dekat akhir - akhir ini hanya demi membantu Edward. Bantuan Kolonel Brandon pun berhasil karena Edward telah ditawarkan posisi yang dia inginkan tadi. Dengan rasa penuh terima kasih dan bersyukut, Edward ingin menemui Kolonel Brandon secara langsung.

Dari bab ini kita dapat lihat bagaimana baiknya sifat Elinor terhadap Edward. Ia sakit hati karena Edward, dan Edward pun bersifat dingin kepadanya. Namun disaat Edward membutuhkan bantuan, ia tak segan - segan untuk membantu. Apakah Elinor masih mencintai Edward sampai detik ini? Saya menjadi semakin penasaran dengan bagaimana cerita di dalam ini akan berakhir.


Bab 41
Bab kali ini masih melanjutkan solusi dari permasalahan yang ada di dua bab lalu. Setelah Edward menerima tawaran tersebut, Lucy menjadi sangat senang karena ia akan dapat menikahi Edward. Namun, pertanyaan sebenarnya adalah apakah Edward masih mencintai Lucy? Apakah Edward pernah mencintai Lucy? Melihat dari cara Lucy bertindak dan berbicara, saya rasa Lucy tak memperdulikan perasaan Edward. Yang ia ingini adalah menikahi Edward dan ia akan berusaha untuk mendapatkan hal tersebut. Saya rasa ada suatu hal yang Lucy ingini yang hanya bisa ia dapatkan jika ia menikahi Edward. Sangat rumit namun menarik, bukan? 

Juga diceritakan dimana Mrs. Ferrars sekali lagi bersifat egois. Ia menentukan dengan siapa Robert Ferrars akan menikah. Mungkin, di jaman dimana buku ini dituliskan, orang tua ] memilih jodoh bagi anaknya adalah hal yang wajar dan normal. Berbeda dengan sekarang, dimana banyak sekali anak bahkan tak mau diatur oleh ibunya mengenai hal - hal kecil, apalagi soal menikah? Cukup menarik bagi saya karena dari sini kita dapat memiliki gambaran akan perbedaan jaman.


Bab 42
Di dalam bab ini, ceritanya sudah pindah lokasi. Tepatnya di Cleveland dimana saudari Dashwood, Kolonel Brandon, beserta Mrs. Jennings mengunjungi rumah keluarga Palmer. Ternyata, Willoughby berada tak seberapa jauh dari dimana Marianne berada saat ini. Hal ini membuat Marianne sedikit gugup. Elinor dengan segala sifat - sifatnya mencoba untuk menenangkan hati Marianne.

Kolonel Brandon mengabarkan bila Edward telah mendapatkan posisi di Delaford. Hal ini tentunya membuat hati Elinor senang. Untuk sekian kalinya, Mrs. Jennings mencurigai hubungan Elinor dan Kolonel Brandon. Namun jika saya ditanya, saya rasa tak ada hubungan cinta atau hubungan spesial antara Kolonel dan Elinor. Saya rasa Kolonel hanya ingin menghormati Elinor, beda dengan bagaimana Kolonel bertindak jika sedang bersama Marianne. Elinor yang kebanyakan selalu menutupi perasaannya sekarang perlahan - lahan mulai mengungkapkan isi hatinya.


Bab 43
Terjadi hal yang tentunya tak mudah di sangka di dalam bab ini. Marianne jatuh sakit yang membuat keluarga Palmer untuk memanggilkan dokter bagi Marianene. Dapat dilihat betapa khawatirnya Mrs. Jennings mengenai kondisi Marianne dari cara ia bertindak laku. Ia memberikan perhatian segenap hatinya disaat mengurus Marianne. Hal ini menunjukkan kasih sayang Mrs. Jennings terhadap kedua saudari Dashwood ini.

Di sisi lain, Elinor meminta tolong Kolonel Brandon untuk membawa Mrs. Dashwood kemari. Sudah lama Mrs. Dashwood tak disinggung atau dimasukkan ke dalam cerita, bukan? Namun, disaat Elinor berpikir bahwa yang datang adalah Kolonel Brandon, ia sangat kaget. Yang datang bukanlah Kolonel Brandon beserta Mrs. Dashwood, namun Willoughby yang datang. Cukup mengejutkan, bukan? Saya rasa tokoh Willoughby dibawa lagi oleh sang penulis kedalam cerita untuk membuat ceritanya lebih menarik, sekaligus membahas tentang elemen cinta dalam buku ini. Lagipula, buku ini merupakan buku ber-genre fiksi romantis.

Bab 44
Tokoh Willoughby yang lagi - lagi datang dan menanyakan tentang Marianne menunjukkan penyesalannya karena ia telah bersifat kasar terhadap Marianne. Masih ingat kan cerita di beberapa bab yang lalu dimana Willoughby sungguh - sungguh menyakitkan hati Marianne? Willoughby tampaknya benar - benar sedih dan menyesal. Ia pun mengaku bahwa surat terakhir yang ia berikan kepada Marianne bukanlah surat tulisannya, namun surat dari istri Willoughby yang berpura - pura menjadi Willoughby. Ia juga mengatakan bahwa ia sangat amat menyayangi Marianne. Namun karena kondisi ekonominya dimana ia harus melunasi hutang Mrs. Smith, ia terpaksa menikahi Miss William. Apakah Willoughby mengatakan hal yang sejujurnya atau apakah ia bohong, tidak ada yang tahu. Mendengar penjelasan Willoughby, Elinor yang biasanya menyimpan perasaannya bagi dirinya saja menjadi luluh atas perkataan Willoughby. 

Di bab ini, tokoh Willoughby muncul dan menunjukkan perhatiannya atau menunjukkan cintanya kepada Marianne secara tak langsung. Namun, tokoh Kolonel Brandon belum diceritakan mengurus atau menunjukkan kasihnya kepada Marianne selagi ia sakit. Hal ini mungkin karena Kolonel Brandon sedang menjemput Mrs. Dashwood. Prediksi saya, wujud cinta Kolonel Brandon terhadap Marianne akan diceritakan di bab - bab selanjutnya.


Bab 45
Bab ini melanjutkan kisah dimana Marianne jatuh sakit di bab sebelumnya. Di dalam bab ini, kondisi Marianne telah membaik. Hal ini membuat semua orang merasa lega, terutama Mrs. Jennings. 

Prediksi saya di bab lalu benar - benar terjadi. Kolonel Brandon meminta persetujuan Mrs. Dashwood untuk menikahi Marianne. Hal ini bukanlah hal yang begitu mengejutkan bagi saya karena saya telah menunggu momen ini dari lama sekali. Akhirnya, seorang saudari Dashwood akan menikah. Mrs. Dashwood serta Elinor menyetujui permohonan Kolonel Brandon. Melihat sifat - sifat Kolonel dan Willoughby, mereka rasa Kolonel adalah pria yang lebih baik bagi Marianne. Saya sepenuhnya setuju dengan hal ini, setelah melihat sifat - sifat Willoughby sebelumnya.

Mengingat sekarang kita ada di bagian akhir buku ini, apakah buku ini akan di selesaikan dengan pernikahan antara Kolonel Brandon dan Marianne? Sudah jelas bahwa Kolonel Brandon menyayangi Marianne. Namun, bagaimana sebaliknya? Apakah Marianne merasakan hal yang sama terhadap Kolonel Brandon, atau ia masih memiliki perasaan terhadap Willoughby? Saya menjadi semakin ingin untuk cepat - cepat menyelesaikan membaca buku ini agar tahu kisah akhir dari buku Sense and Sensibility.


Bab 46
Di bab ini, Marianne sudah sembuh dan ia kembali ke Barton. Keraguan saya mengenai perasaan Marianne terjawab di bab ini. Tampaknya, Marianne masih memperdulikan dan juga memikirkan Willoughby. Namun, hal ini tak membuatnya bersifat kejam terhadap Kolonel Brandon. Ia sangat berterima kasih terhadap Kolonel dan Mrs. Jennings yang sudah merawatnya selama sakit.

Setelah kembali ke Barton, sifat Elinor dan juga Marianne menjadi sedikit berubah. Elinor yang dulunya sangat tak menyukai jika orang lain mengetahui perasaannya, ia sekarang menjadi lebih terbuka atas perasaan yang ia miliki. Sedangkan untuk Marianne, ia yang dulunya sangat egois, sekarang sudah perlahan - lahan membuka hatinya kepada Kolonel Brandon.


Bab 47
Bisa dibilang kalau bab kali ini merupakan bab dimana tokoh - tokoh sadar akan hal disekeliling mereka. Seorang pembantu Dashwood memberi tahu tentang pernikahan Edward dan juga Lucy. Dengan hal ini, Elinor menjadi sangat sedih. Mrs. Dashwood pun merasa kasian dan juga bersalah. Ia rasa selama ini ia kurang memberikan perhatian kepada putrinya yang paling besar, Elinor. Disinilah kesadaran pertama terjadi, dimana Mrs. Dashwood menyadari akan kurangnya perhatian yang ia berikan kepada Elinor dan ia ingin memperbaiki hal tersebut.

Kesadaran yang kedua terjadi terhadap Marianne. Ia sadar jika ia tak akan bahagia jika ia menikahi Willoughby. Ia pun merelakan hubungan Miss William dan Willoughby. Sifat kekanak-anakannya yang dulu kini sudah menghilang dan ia menjadi seorang wanita yang lebih pengertian. Kini, para pembaca sudah mengetahui perasaan Marianne terhadap Willoughby.

Menurut saya, penulis dengan sengaja membuat bab - bab akhir ini menjadi bab dimana tokoh - tokoh sadar akan beberapa hal, mengingat bahwa hanya tersisa tiga bab lagi sebelum buku Sense and Sensibility ini berakhir.


Bab 48
Masih ingat di bab lalu dimana Elinor menjadi sangat sedih karena pembantu Dashwood mengatakan jika Edward telah menikahi Lucy? Terjadi suatu hal yang sangat mengejutkan di bab ini. Edward yang dikabarkan telah menikahi Lucy tersebut datang menemui Elinor dan mengatakan bahwa ia tak pernah menikahi Lucy. Malahan, yang menikahi Lucy adalah saudaranya yaitu Robert Ferrars. Mendengar kabar tersebut membuat hati Elinor sungguh gembira.

Hal tersebut sungguh tak terduga, bukan? Ini mengindikasikan bahwa penulis masih berhasil untuk membuat ceritanya menarik setelah sejauh ini. Di penghujung cerita, sangatlah penting namun susah untuk membuat ceritanya menarik. Namun penulis buku ini masih dapat melakukan hal tersebut yang saya rasa sungguh impresif.

Bab 49
Mengingat kisah cinta Edward dan Elinor yang telah melewati banyak sekali hal yang telah diceritakan sejak awal buku ini sungguh mengharukan. Kini, Edward datang ke Barton untuk melamar Elinor, kekasihnya. Tokoh Lucy yang dikenal dengan sifat - sifatnya yang buruk mengirimkan sebuah surat kepada Edward yang berisi informasi jika ia telah menikahi Robert. Dilamar oleh Edward, tentu semuanya dapat menebak apa yang akan dilakukan oleh Elinor. Tentunya Elinor menerima lamaran Edward itu tadi. Kini, alur cerita menjadi lebih mengarah ke sisi bahagia. Mrs. Dashwood tentunya merestui hubungan Elinor dan Edward itu tadi. Masih ingat terhadap Kolonel Brandon? Ia diceritakan memiliki hubungan yang sangat baik dengan Edward, yang membuat hubungan Elinor dan Edward menjadi lebih ‘fairytale’.


Bab 50
Bab ini adalah bab terakhir dari buku Sense and Sensibility, bab yang menceritakan akhir dari cerita ini. Walaupun sedikit ambigu, cerita ini diakhiri dengan bahagia dimana Elinor menikahi Edward dan Marianne menikahi Kolonel Brandon. Masih ingat Mrs. Ferrars dan Ibu Edward yang sempat diceritakan di beberapa bab lalu? Mereka dulunya bersifat sangat dingin dan kejam terhadap Elinor. Mereka sekarang bertindak laku sangat baik kepada Elinor. Hal inilah yang mengejutkan saya. Mereka berdua yang dulunya sangat jahat sekarang dapat menyambut Elinor dengan hangat. Malahan, mereka memberikan warisan kepada Edward yang cukup banyak hingga Edward dan Elinor mampu untuk tinggal di Delaford.

Sesuai dengan judulnya yaitu Sense dan Sensibility, dua tokoh yang sangat penting masing - masing menggambarkan Sense dan juga Sensibility melalui sikapnya. Elinor yang dari awal digambarkan cenderung lebih memiliki sifat yang ‘sense’ atau dengan kata lain lebih ‘paham’, telah menunjukkan sifat - sifat kepahamannya itu. Sepanjang cerita, sifat - sifat yang dimiliki Elinor pun terus berkembang. Marianne yang dari awal digambarkan cenderung memiliki sifat yang lebih ‘sensibility’ atau lebib ‘peka’ tersebut juga telah menunjukkan sifat - sifat kepekaannya. Sifat kepekaan Marianne pun juga telah berkembang sepanjang cerita ini. 

Dalam menuliskan buku ini, Jane Austen memang memiliki tujuan agar pembacanya harus memutuskan apakah Sense dan Sensibility benar - benar menyatuh. Setelah membaca buku ini, saya rasa ada hubungan yang tak bisa dipisahkan antara Sense dan Sensibility. Disaat orang memiliki Sense, ia juga harus memiliki Sensibility dalam hidupnya agar seimbang. Karena menjadi terlalu peka pun tak baik jika tak memiliki kepahaman, dan begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, memiliki Sense saja tidak cukup dan memiliki Sensibility saja juga tidak cukup. 


Secara keseluruhan, saya rasa buku Sense and Sensibility karya Jane Austen ini adalah buku yang sangat baik. Mulai dari alur cerita, konflik, dan juga tokoh - tokoh yang dimasukkan kedalam cerita membuat cerita ini semakin menarik. Selama membaca buku ini, saya tak merasa bosan dan saya dapat memahami ceritanya sejak awal saya membaca. Pengalaman saya saat membaca buku, saya kebanyakan merasa bingung saat membaca bab pertamanya. Namun kali ini, disaat membaca bab pertama dari buku Sense and Sensibility, saya langsung dapat memahaminya dan ceritanya pun tidak membosankan. Walaupun buku ini sudah dipublikasikan sejak tahun 1811, buku ini masih menarik untuk dibaca di tahun 2020 sekarang ini. Jika ditanya apakah saya akan merekomendasikan buku ini kepada orang lain, tentunya saya akan menjawab iya. Saya sangat merekomendasikan buku ini kepada orang - orang, terutama yang menyukai genre romantis.

Comments

Popular posts from this blog

Mak Ipah dan Bunga Bunga - Sihir Perempuan, Intan Paramaditha

Listrik Mati - Tiada Ojek di Paris

Sense and Sensibility Volume 1 - Jane Austen