Listrik Mati - Tiada Ojek di Paris
Listrik Mati - Bagaimana Kalau Selamanya?
Listrik mati terdengar seperti hal yang simpel. Itulah judul esai kali ini. Namun, setelah membacanya dengan benar - benar, esai ini memiliki inti yang jauh lebih dalam dari sekedar ‘listrik mati’. Saya sangat kagum dengan kemampuan sang penulis. Ia dapat menggunakan judul yang singkat dan simpel walaupun pembahasan esainya termasuk cukup dalam. Bahasa yang digunakan di dalam esai ini campuran antara bahasa Indonesia dan juga bahasa Inggris. Walaupun tak terdapat terlalu banyak bahasa Inggris, masih terdapat beberapa kata bahasa Inggris diantara kalimat - kalimat. Bahasa Indonesia yang digunakan pun juga bukan bahasa Indonesia yang terlalu baku. Melihat dari cara penulisan esai ini, saya rasa sang penulis merasa sangat yakin dengan hal - hal yang ia sampaikan di dalam esai ini. Ia menuliskan kata ‘pasti’ berkali - kali menggunakan huruf besar semua. Hal ini biasa menunjukkan keyakinan akan suatu hal yang sudah sangat matang.
Comments
Post a Comment