Sense and Sensibility Volume 1 - Jane Austen

Sense and Sensibility - Jane Austen

Volume 1

Bab 1 
Membaca bab pertama dalam buku Sense and Sensibility ini membuat saya sangat terkesan dan juga semakin penasaran. Bab pertama ini menjelaskan tentang latar belakang cerita dan juga secara perlahan mengenalkan satu demi satu karakter kepada para pembaca. Dengan memberi cukup detail yang dapat membuat para pembaca mengerti namun tak memberikan terlalu banyak spoiler, pembaca menjadi semakin penasaran dan ingin membaca bab selanjutnya lebih lagi. Di dalam bab pertama ini juga tokoh - tokoh yang dimaksud dengan kata ‘sense’ dan ‘sensibility’ mulai di perkenalkan kepada para pembaca. Jika ditanya menurut saya setelah membaca bab pertama ini, maka saya akan katakan bahwa yang dimaksud oleh ‘sense’ dan ‘sensibility’ adalah watak yang dimiliki oleh dua tokoh yaitu Elinor dan Marianne.

Menceritakan tentang latar belakang keluarga Dashwood pada bab pertama di dalam buku ini dapat meningkatkan kepemahaman para pembaca dalam memahami isi buku ini untuk kedepannya. Cara bagaimana buku ini memperkenalkan karakter satu demi satu dengan cara menceritakannya sambil menceritakan latar belakang cerita ini sungguh impresif. Dijamin, setelah membaca bab pertama ini akan semakin tertarik untuk membacanya lebih dan lebih lagi.


Bab 2
Setelah membaca bab pertama, bab kedua ini sungguh tak kalah menariknya. Di dalam bab kedua ini, para pembaca dapat mulai mengenal sifat dan juga sedikit kebiasaan yang dimiliki oleh beberapa tokoh. Untuk lebih spesifiknya lagi, sifat yang dimiliki oleh Mrs. John Dashwood yaitu istri dari Mr. John Dashwood sudah mulai dikenal dan dapat dimengerti oleh pembaca. Menurut saya secara pribadi setelah membaca bab kedua ini, Mrs. John Dashwood adalah wanita yang sangat pelit terhadap Mrs. Dashwood (mertuanya) dan juga saudara ipar tirinya (Elinor dan Marianne). Walaupun dituliskan bahwa Mrs. John Dashwood ini adalah wanita yang sangat dermawan, namun saya rasa ia tak bersifat seperti itu terhadap ibu tiri dan juga adik tiri Mr. John Dashwood. Malahan, ia bersifat sedikit kejam dan seenaknya sendiri. Memang, Mrs. John Dashwood sekarang adalah nyonya rumah di Norland. Namun, semestinya ia tetap menghormati mertuanya.  

Ia pun juga sangat pandai dalam mempengaruhi pemikiran dan keputusan yang dimiliki oleh Mr. John Dashwood. Di dalam bab dua ini dituliskan dimana Mr. John Dashwood telah memikirkan apa yang seharusnya dilakukan kepada kedua adik perempuan tiri dan juga ibu tirinya, setelah ayahnya meninggal dan memohon kepadanya untuk mengurus tiga perempuan itu. Setelah memikirkannya beberapa kali, Mr. John Dashwood bisa dibilang cukup matang dengan keputusan yang akan ia ambil, dimana ia akan memberikan ketiga perempuan itu tiga ribu poundsterling untuk membantu mereka hidup. Namun dengan keikut campuran Mrs. John Dashwood, Mr. John Dashwood menjadi bingung lagi dengan keputusan yang akan ia ambil. Ia dipengaruhi oleh istrinya sehingga ia tak jadi memberikan tiga ribu poundsterling kepada ibu tiri dan juga saudari tirinya. Melihat dari dialog Mrs. John Dashwood yang dituliskan di dalam buku, dapat dinilai bahwa ia memang sangat mahir dalam mempengaruhi orang lain. Menggunakan kata - katanya yang halus namun licik, suaminya yaitu John Dashwood berhasil dipengaruhi. Oleh karena itu, dapat dipahami juga bahwa Mr. John Dashwood adalah seorang pria yang mempunyai pendirian yang tak begitu kuat seperti selayaknya kepala rumah tangga pada umumnya.


Bab 3
Terdapat satu tokoh baru yang dikenalkan di dalam bab ini, yaitu Edward. Edward merupakan adik dari Mrs. John Dashwood. Dengan banyaknya kemungkinan. Edward dan Elinor (yaitu anak dari Mrs. Dashwoood) memiliki hubungan yang lebih dari teman ataupun saudara. Elinor menyukai Edward dan juga sebaliknya. Mereka berdua dapat dilihat semakin serius dan besar kemungkinannya untuk pernikahan mereka akan berlangsung dalam waktu dekat. Mrs. Dashwood memang memiliki hubungan yang tak baik dengan menantunya, yaitu Mrs. John Dashwood atau nama depannya Fanny. Namun, saat Mrs. Dashwood mengetahui bahwa Edward memiliki sifat yang sangat berbeda daripada kakaknya, Mrs. Dashwood secara langsung menyukai Edward ini. Ia sangat menyetujui jika Edward kelak akan menikah dengan putri pertamanya, yaitu Elinor. Walaupun Edward tak memiliki tampang yang begitu tampan, hal ini tak masalah bagi Mrs. Dashwood. Yang terpenting baginya adalah lelaki yang dapat menjaga dan membahagian Elinor. Dan dimana Mrs. Dashwood, Edward merupakan lelaki yang mampu untuk melakukan hal tersebut. Tetapi, adik Elinor yaitu Marianne, merasa sangat keberatan dengan hubungan yang dimiliki oleh Elinor dan juga Edward. Ia rasa bahwa mereka berdua takkan cocok karena Edward memiliki ketertarikan pada hal yang berbeda dengan Elinor. Contohnya, Elinor menyukai lukisan sedangkan Edward tak mengetahui banyak tentang lukisan. Hal ini sangat menganggu Marianne dan membuatnya baper.

Di dalam bab ini, diketahui juga kisaran umur Marianne yaitu belum sampai 17 tahun. Di usia tersebut, Marianne sudah putus asa mengenai hidup percintaannya kelak. Ia rasa bahwa ia takkan pernah menemukkan seseorang yang pantas baginya dan ia takkan pernah bisa menyukai seseorang sedalam itu. Di bagian - bagian akhir bab ketiga ini, dituliskan dimana Marianne mengutarakan perasaannya kepada ibuya yaitu Mrs. Dashwood dengan cara yang bisa dibilang sedikit alay. Hal ini mencerminkan sifat - sifat yang dimiliki oleh Marianne lebih lagi. Dengan kebingungan yang dirasakan oleh Marianne, ibunya tetap berusaha untuk menenangkannya sekaligus memberinya masukan. Lagipula, usianya belum 17 tahun yang berarti masih ada banyak sekali waktu sebelum ia akan menikah.


Bab 4
Di dalam bab ini, para pembaca dapat melihat hubungan yang dimiliki oleh Elinor dengan Marianne karena di bsb inilah mereka berkomunikasi dan berinteraksi secara langsung. Seperti judul bukunya, ‘sense’ dan juga ‘sensibility’ ditunjukkan melalui Elinor dan juga Marianne. Dari cara mereka berbicara, cara mereka mengutarakan pendapat mereka, cara mereka berpikir, hingga cara mereka melakukan tindakan. Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara pendapat Elinor dan pendapat Marianne. Marianne berpendapat bahwa Edward bukanlah lelaki yang pantas untuk Elinor karena berbagai macam alasan. Sedangkan Elinor memikirkan sebaliknya. 

Di dalam bab sebelumnya, Mrs. Dashwood sepertinya baik.- baik saja dengan hubungan yang dimiliki oleh Elinor dan Edward. Namun, semua itu berubah secara drastis di dalam bab ini. Mrs. Dashwood mulai tak menyukai hubungan mereka dan sudah terdapat beberapa konflik yang sangat menganggu Mrs. Dashwood. Namun, Mrs. Dashwood ingin menjaga perasaan Elinor maka ia tetap mendukung hubungan yang dimiliki oleh Elinor dan juga Edward. Bab ini diakhiri dengan situasi baru yang dibawa oleh penulis kepada para pembaca, dimana Mrs. Dashwood yang sebenarnya sudah tak tahan untuk tinggal bersama Mrs. John Dashwood akhirnya menerima tawaran oleh salah satu saudaranya, Sir Middleton untuk tinggal di sebuah rumah mungil di Barton. Namun, sejauh ini, tokoh Mr. John Dashwood belum di munculkan lagi dan para pembaca termasuk saya tentunya sangat penasaran akan Mr. John Dashwood.


Bab 5
Yang saya sebutkan di bab sebelumnya, dimana para pembaca penasaran akan keberadaan Mr. John Dashwood telah terjawab di dalam bab ini. Di bab ini lah Mr. John Dashwood muncul lagi, disaat Mrs. Dashwood selaku ibu tirinya pindah ke Barton, Devonshire. Dengan mengenal sifat - sifat yang dimiliki oleh Mrs. John Dashwood dari bab - bab sebelumnya, hal yang akan dilakukannya saat mengetahui akan keluarnya Mrs. Dashwood dari Norland bukanlah suatu misteri. Sangat mudah ditebak untuk para pembaca, termasuk saya. Dengan segala kepelitan dan juga kelicikan yang ada di dalam pikiran Mrs. Josh Dashwood terhadap Mrs. Dashwood, ia merasa sangat senang saat mengetahui jika Mrs. Dashwood akan pindah dari rumah mereka di Norland. 

Tak beda jauh dengan bab - bab sebelumnya, Mr. John Dashwood tak bersifat sebagai selayaknya kepala rumah tangga pada umumnya. Ia begitu labil dan tak bisa membuat keputusan. Ia begitu bingung dan juga bimbang yang membuatnya mengatakan hal - hal yang sangat tak layak untuk dikatakan. Sebagai contoh, disaat John Dashwood sering kali mengeluh soal melambungnya biaya perawatan rumah tangga dan berkata bahwa dia sedang banyak sekali pengeluaran. Pria santun mana pun tak kan pernah mengutarakan hal seperti itu, apalagi ditujukan kepada ibu nya sendiri, entah itu ibu kandung maupun ibu tiri.

Bab ini diakhiri dengan Marianne yang lagi - lagi begitu sentimental dengan meninggalkan Norland untuk berpindah ke Devonshire. Melihat dari bab ini, dapat diketahui bahwa Marianne merasa sangat amat sedih dan juga sangat rindu akan tempat tinggalnya di Norland yang penuh dengan banyak sekali kenangan.
Bab ini juga mengingatkan saya dengan sebuah isu global yaitu krisis etika, dimana nilai - nilai etika dan juga nilai - nilai moral mulai memudar di kalangan masyarakat. Seperti Mrs. John Dashwood, ia bisa dibilang sangat tak beretika kepada ibu mertuanya. Sebagai menantu, ia seharusnya menghargai ibu mertuanya. Malahan, ia sangat tak menghormati dan berperilaku sangat kejam dan licik. Jika hal ini diteruskan, putra Mrs. John Dashwood dapat mencontoh dan ini dapat menimbulkan krisis etika.


Bab 6
Kalau bab yang lalu menceritakan tentang perjalanan Mrs. Dashwood dengan keluarganya pindah dari Norland ke Devonshire, bab ini menceriitakan tentang situasi hidup keempat gadis tersebut (Mrs. Dashwood bersama tiga anak gadisnya) di Barton. Di bab inilah diceritakan suka duka dan juga kesan pertama yang mereka miliki terhadap rumah barunya. Memang rumah ini kecil sekali jika dibandingkan dengan rumah mereka yang di Norland. Bahkan, bisa dibilang terlalu kecil untuk mereka berempat. Namun dengan segala hal yang mereka punyai dan yang mereka dapat lakukan, mereka merasa bersyukur. Untung saja terdapat beberapa pelayan yang menyambut mereka dengan hangat. Walaupun mereka masih tak tahu harus berlaku seperti apa, mereka mencoba untuk bersifat se-ramah mungkin. 

Sir Middleton dan istrinya dengan senantiasa menyambut Mrs. Dashwood beserta putrinya. Banyak sekali kebaikan yang dilakukan oleh keluarga Middleton. Kalau melihat sampai sini, Sir Middleton dan keluarganya memang sangat senang dengan kedatangan Mrs. Dashwood. Namun, tak ada yang tahu apakah memang keluarga Middleton benar - benar senang atau ada maksut yang disembunyikan yang menjadi plot dari cerita ini. Sejauh ini, saya tetap tertarik dengan cerita kelanjutan buku Sense and Sensibility ini.


Bab 7
Bab ini menceritakan dimana Mrs. Dashwood bersama ketiga putrinya makan bersama keluarga Sir Middleton di Barton College. Sifat - sifat yang dimiliki oleh Sir Middleton mulai diperkenalkan lebih lagi oleh sang penulis pada para pembaca di bab ini. Diceritakan bahwa Sir Middleton adalah seorang bangsawan yang rendah hati. Tak hanya sifat - sifat Sir Middleton yang digambarkan di dalam bab ini, karena terdapat tokoh - tokoh baru yang mulai diperkenalkan kepada para pembaca, termasuk istri dari Sir Middleton. Diketahui bahwa istri Sir Middleton bukanlah wanita sembarangan melainkan wanita yang elegan. Cara sang penulis menggambarkan atau memperkenalkan tokoh - tokohnya kepada para pembaca sangatlah detail. Dengan menulisken detail yang banyak akan sebuah hal di dalam cerita, pembaca akan dapat lebih memahami dan juga memiliki lebih banyak kesan terhadap hal - hal tersebut.

Di dalam bab ini, watak dan ciri khas tokoh Marianne yang bisa dipanggil dengan nama lain ‘Sensibility’ ini juga diceritakan lebih lagi. Marianne yang sangat menyukai pujian dan menghargai pendapat orang lain ini menunjukkan bahwa ia adalah orang yang memiliki ‘sense’ atau ia adalah orang yang peka. 


Bab 8
Lagi - lagi, perbedaan yang dimiliki oleh dua saudara perempuan yaitu Elinor dan Marianne ditunjukkan di bab ini. Para pembaca dapat memahami perbedaan akan Elinor dan juga Marianne disaat adanya sebuah konflik. Konflik ini dimulai dimana seorang tokoh yang bernama Ms. Jennings ingin menjodohkan Marianne yang usianya sangat muda ini dengan Kolonel Brandon yang berusia 35 tahun. Terdapat perbedaan usia yang sangat jauh antara mereka berdua yang membuat Mrs. Dashwood dan Elinor tak menyetujui perencanaan pernikahan yang diusulkan oleh Ms. Jennings.

Sebenarnya, hal yang dipikirkan oleh Elinor dan juga Marianne tak jauh berbeda. Namun suatu hal yang menonjolkan perbedaan mereka adalah cara mereka mengemukakan pendapat mereka masing - masing. Elinor cenderung tak menyinggung hal - hal yang emosional, sedangkan Marianne cenderung untuk lebih mementingkan perasaannya. Seperti judul buku ini yaitu ‘Sense and Sensibility’, tokoh Elinor yang menggambarkan ‘Sense’ dan tokoh Marianne yang menggambarkan ‘Sensibility’ diperumpamakan di bab ini. Walaupun mungkin tak semua pembaca sudah sadar akan hal tersebut, saya yakin di bab ini sudah mulai banyak yang mengira akan ‘Sense dan Sensibility’ ini.


Bab 9
Seiring dengan berjalannya buku ini, penulis tetap mengenalkan tokoh - tokoh baru yang dapat membuat para pembaca lebih tertarik untuk melanjutkan cerita. Menambahkan variasi dalam sebuah karya tentunya akan meningkatkan tingkat ketertarikan karya tersebut. Namun, perlu di ingat bahwa membuat terlalu banyak tokoh dalam sebuah cerita dapat membuat para pembaca menjadi bingung dan tak mengerti akan cerita sesungguhnya karena sibuk memahami banyaknya tokoh yang terdapat di suatu cerita. Dengan memperkalkan tokoh baru yaitu Willoughby kepada para pembaca, sang penulis tentunya tak lupa untuk mengkaitkan detail - detail akan tokoh Willoughby tersebut sama seperti hal - hal yang telah dilakukan oleh penulis sebelumnya.

Bab kali ini menceritakan tentang Marianne yang bertemu dengan seorang pria bernama Willoughby. Pertemuan mereka berdua mulai menunjukkan keromantisan dalam buku ini. Aliran - aliran cinta mulai diperkenalkan kepada para pembaca disaat Willoughby menyelamatkan Marianne yang tak sengaja terjatuh disaat Marianne sedang bersama Margaret. Sekarang, awal mula kisah cinta Elinor dan Marianne sudah diketahui. Oleh karena itu, saya rasa elemen - elemen cinta akan lebih ditunjukkan di buku ini. Bahkan, bisa - bisa sang penulis menunjukkan perbedaan akan Elinor dan juga Marianne melalui kisah cinta mereka masing - masing. Sungguh menarik, bukan?


Bab 10
Dugaan saya yang saya tuliskan di bab sebelumnya benar terjadi di bab ini. Kali ini, sang penulis lebih menjelaskan detail akan kisah cinta Marianne dan Willoughby. Setelah membaca bab ini dapat diketahui bahwa Marianne dan Willoughby sering menghabiskan waktu bersama dan memiliki banyak sekali persamaan. Memiliki banyak sekali persamaan dalam sebuah hubungan cinta tentunya sangat penting bagi Marianne. Di beberapa bab sebelumnya, Marianne sempat keberatan akan hubungan cinta yang dimiliki oleh Elinor karena ia rasa pria yang disukai oleh Elinor tak memiliki persamaan yang begitu banyak dengan Elinor. Sama dengan hubungan cinta Elinor, Mrs. Dashwood tampaknya juga mendukung hubungan Marianne dan Willoughby ini. 

Untuk sekian kalinya, perbedaan akan Elinor dan juga Marianne ditunjukkan oleh sang penulis untuk para pembaca. Elinor dan Willoughby tampaknya sangat tak menyukai Kolonel Brandon. Mereka berdua sering kali mengejek si Kolonel tersebut yang membuat Elinor marah. Elinor tampaknya keberatan jika mereka menjelek - jelekkan Kolonel Brandon. Karena menurut Elinor, Kolonel Brandon adalah pria yang lebih baik dibandingkan Willoughby. 

Sekarang, sudah mulai lebih jelas bukan perbedaan akan Marianne dan Elinor? Contoh yang sederhana terdapat di bab ini, dimana Elinor mengira bahwa Sir Kolonel adalah pria yang lebih baik sebagai kekasih Marianne sedangkan Marianne mengira bahwa Willoughby adalah pria yang lebih baik untuk dirinya.


Bab 11
Kisah cinta Marianne dan Willoughby diceritakan lebih dalam di bab ini. Diceritakan bahwa mereka adalah sebuah pasangan yang kehidupannya sangat bahagia. Mereka berdua terlihat begitu mencintai satu dan yang lain. Sedangkan Elinor tampaknya sedikit kesepian. Kekasihnya yang diceritakan di beberapa bab yang lalu, Edward, merupakan pria di Norland. Semenjak Elinor pindah ke Barton, belum diceritakan lagi pertemuan antara Edward dan juga dirinya. Melihat dan juga mengetahui kebahagiaan Marianne dengan kekasihnya, Elinor menghabiskan waktunya dengan Kolonel Brandon. Mereka berdua bercerita tentang masa lalunya dan Elinor pun dapat tetap bersifat ramah kepada Kolonel Brandon.


Bab 12
Di dalam bab ini, diceritakan bahwa Willoughby memberikan seekor kuda kepada Marianne sebagai wujud cintanya. Mengetahui hal tersebut, Elinor, yaitu suadara Marianne, sangat tak menyukai pemberian tersebut. Akhirnya pun seekor kuda pemberian Willoughby tersebut dikembalikan oleh Marianne. Alasannya adalah karena masalah ekonomi. Merawat kuda membutuhkan uang yang banyak, sedangkan ekonomi keluarga Mrs. Dashwood memang kurang baik sejak suaminya meninggal. Tetapi, yang pembaca termasuk saya masih tak tahu secara pasti adalah apakah Elinor tak menyukai kuda tersebut memang karena faktor ekonomi atau karena ia merasa iri. Melihat dari sifat - sifat Elinor yang telah di gambarkan oleh sang penulis sejauh ini, saya rasa sedikit kemungkinannya jika Elinor meminta kuda itu untuk dikembalikan hanya karena ia merasa iri. 

Memberikan seekor kuda sebagai wujud cinta adalah hal yang menarik, bukan? Dari sini kita dapat lihat dimana perbedaan jaman mengakibatkan perbedaan dalam banyak hal. Di jaman sekarang, seorang mewujudkan cintanya melalui pemberian bunga, perhiasan, tas, baju, ataupun sepatu. Jarang sekali orang yang memberi seekor kuda kepada pacarnya. Malahan, tak banyak orang yang memiliki kuda sekarang. Hanya orang - orang tertentu dan orang pedesaan yang masih menggunakan kuda. Untuk orang yang tinggal di daerah kota seperti saya, kami menggunakan kendaraan bermotor. Kuda sudah sangat jarang untuk ditemukan di daerah kota. 

Lagi - lagi, penulis menunjukkan perbedaan - perbedaan akan Elinor dan juga Marianne. Elinor tampaknya sedikit keberatan jika membicarakan tentang kisah cintanya. Disaat Margaret membicarakan tentang Edward kepada Mrs. Jennings, Elinor tampaknya tersinggung akan hal tersebut. Kebalikan dengan Elinor, Marianne tampaknya tak keberatan jika membicarakan tentang kisah cintanya. Ia tampaknya sangat terbuka akan hubungan yang dimiliki oleh Willoughby sekarang. Namun, hal ini dapat saja berubah sewaktu - waktu. Mungkin saja Elinor menjadi tertutup akan hubungannya karena ia sedang merasa galau. Sedangkan Marianne yang masih baru saja jatuh cinta, tentunya ia merasakan hal yang baik - baik saja sehingga membicarakan tentang hubungannya bukanlah sebuah keberatan.


Bab 13
Untuk membuat cerita buku ini lebih menarik, sang penulis memasukkan sebuah konflik lagi agar ceritanya semakin seru. Konflik di dalam bab ini pun bukanlah konflik yang terlalu besar. Dimulai dengan Kolonel Brandon yang harus membatalkan rencananya untuk pergi ke Whitwell karena ia menerima sebuah surat penting. Lalu, Elinor benar - benar tak menyutujui akan hal yang dilakukan oleh Marianne dan Willoughby. Mereka berdua berkunjung ke rumah bibi Willoughby. Menurut Elinor, hal yang dilakukan mereka berdua tersebut sangat menyerupai pasangan yang benar - benar serius. Willoughby pun juga melakukan hal baru untuk mengungkapkan cintanya kepada Marianne. Ia menuliskan sebuah surat yang penuh dengan kata - kata manis. 


Bab 14
Di dalam bab ini, sifat - sifat Mrs. Jennings mulai dapat lebih dipahami oleh para pembaca. Sang penulis menggambarkan sifat - sifat Mrs. Jennings melalui pemikirannya akan perginya Kolonel Brandon. Selain itu, hubungan akan Marianne dan Willoughby diceritakan lebih lagi. Hubungan mereka yang tampaknya baik - baik saja dan sangat romantis berubah cukup drastis di akhir bab ini.

Diawal bab ini, Willoughby tampak sangat terganggu dan keberatan dengan rencana Mrs. Dashwood untuk merenovasi rumahnya. Dengan alasan yang menurut saya kurang masuk di akal, Willoughby berhasil meyakinkan Mrs. Dashwood untuk tak melakukan renovasi. Setidaknya hanya untuk menyenangkan Willoughby. Marianne pun tampaknya sangat mendukung Willoughby dengan segala alasan yang kurang masuk akal. Bab ini pun diakhiri dengan Mrs. Dashwood meminta Willoughby untuk datang ke rumahnya pada sore hari esok dan bukan pada pagi hari karena Mrs. Dashwood akan melakukan kunjungan ke Lady Middleton. Apakah ini menjadi pertanda bahwa Mrs. Dashwood mulai tak menyukai Willoughby? Tak ada yang tau pasti akan hal ini, maka saya sebagai pembaca pun juga semakin tertarik untuk membaca lebih lagi.


Bab 15
Dugaan tentang apakah Mrs. Dashwood sebenarnya tak suka pada Willoughby yang saya tuliskan pada bab sebelumnya adalah dugaan yang salah. Di dalam bab ini dapat dipahami dengan sangat jelas bahwa Mrs. Dashwood benar - benar menyukai Willoughby. Cerita di dalam bab ini dimulai dimana Mrs. Dashwood beserta kedua anaknya pulang habis berkunjung dengan Lady Middleton. Namun, hal yang sangat tak diduga terjadi. Marianne tampaknya berlari menuju luar rumah sambil menangis, dan dapat kereta Willoughby yang sudah menunggu di depan rumah. Willoughby ternyata harus pamit karena ia ditugaskan oleh Mrs. Smith untuk melakukan sesuatu diluar Devonshire. Hal ini membuatnya harus pergi jauh untuk beberapa waktu, dan tidak ada yang tahu pasti kapan ia akan kembali. 

Elinor dengan segala sifat pahamnya, pikirannya dipenuhi dengan pikiran buruk tentang Willoughby. Ibu Elinor yaitu Mrs. Dashwood tampaknya sangat kesal akan hal tersebut. Ia membantah Elinor yang membuat Elinor harus mengalah dan menjelaskan lagi dengan cara lebih baik untuk menjaga agar ibunya tak marah besar. Melihat dari hal ini, saya rasa ibunya lebih sayang akan Marianne. Namun, bisa saja ibunya bertindak seperti ini karena ia merasa kasihan terhadap Marianne. Tetapi jika membaca bab - bab awal di buku ini, memang ditulis bahwa Marianne dan Mrs. Dashwood memiliki lebih banyak persamaan tentang sifat - sifat mereka. Mungkin dengan banyaknya persamaan ini membuat mereka berdua memiliki hubungan yang lebih erat.

Bab ini diakhiri dengan Marianne berserta segala emosi dan kepekaan yang ia rasakan. Diceritakan bahwa Marianne sudah berusaha dengan keras untuk menguatkan dirinya, namun setiap kali ada orang yang membicarakan tentang hubungan Willoughby dengannya, ia menjadi sangat rapuh sekali. Hal ini menunjukkan bahwa Marianne adalah orang yang lebih sensitif dan dapat merasa kesedihan yang benar - benar dalam jika ia memang lagi sedih. Setelah bab ini, apa yang akan terjadi dengan kehidupan Marianne? Apakah ia akan merasakan kegalauan serta sakit hati seperti orang lain pada umumnya jika sedang putus cinta?


Bab 16
Setelah kepergian Willoughby kekasih Marianne, Marianne masih merasa sedih yang sangat dalam. Walaupun ia sudah dapat melupakan Willoughby sewaktu - waktu, ia masih mengingat dan juga memikirkannya kebanyakan waktu. Dengan perginya Willoughby, sang penulis membawa kembali tokoh Edward selaku kekasih Elinor dulu di Norland. Hal ini seolah - olah di sengaja oleh penulis. Pertama ia menceritakan akan kisah cinta Marianne. Dan setelah kekasih Marianne pergi, sang penulis membawa kembali kekasih Elinor untuk menceritakan kisah cinta yang dialami oleh Elinor dan Edward. 

Disaat ketiga saudara perempuan Dashwood sedang jalan menelusuri lembah, Marianne melihat seorang pria yang menumpaki seekor kuda. Ia pikir itu adalah Willoughby. Dengan senang ia berlari kencang menuju pria itu. Tak ada yang sangka jika ternyata pria itu adalah Edward. Sifat - sifat Edward pun mulai diceritakan juga, dan tampaknya Edward adalah tipe pria yang jauh beda dari Willoughby. Hal ini secara tak langsung juga menunjukkan perbedaan selera antara Elinor dan juga Marianne. Dengan hati yang sangat sedih, Marianne sering kali masih mengingat Willoughby dan berharap agar Willoughby dapat kembali secepat mungkin.


Bab 17
Kedatangan Edward dari Norland disambut dengan hangat oleh Mrs. Dashwood. Dalam perbincangan mereka, Edward tampaknya kecewa oleh kelakuan ibunya yang sangat egois. Ibunya seolah - olah memaksakan Edward untuk menjadi seseorang yang sesungguhnya bukan dirinya. Ibunya seolah - olah terlalu mengatur kehidupan Edward sehingga ia tak memiliki kebebasan sedikit pun. 


Bab 18
Jika bab - bab sebelumnya membahas tentang kisah cinta Marianne, bab kali ini lebih membahas tentang kisah cinta Edward dan Elinor. Edward yang dulunya adalah kekasih Elinor selama di Norland sekarang mengenakan sebuah cincin di sebuah jari yang ada helaian rambut tersimpan di dalam cincin tersebut. Elinor mengira bahwa helaian rambut yang terdapat di dalam cincin tersebut adalah miliknya. Namun, ia tak pernah merasa pernah memberikan helaian rambutnya kepada Edward. Hal ini membuat Edward pun merasa malu saat ia menyadari bahwa keluarga Mrs. Dashwood sekarang telah mengetahui akan cincin yang dikenakannya.

Namun, apa sebenarnya arti dari cincin tersebut? Tak ada yang tahu pasti karena di dalam bab ini belum di jelaskan secara detail. Tetapi menurut saya, cincin tersebut tentunya memiliki sebuah arti yang spesial. Apakah cincin tersebut menyimbolkan tunangan Edward dengan kekasih barunya? Atau cincin tersebut merupakan pemberian dari nenek moyang ataupun ibu Edward? Tak ada yang tahu pasti dan ini membuat para pembaca semakin tertarik untuk membaca lebih lanjut.


Bab 19
Bab ini menceritakan tentang perpisahan antara Edward dan Elinor sekali lagi. Setelah perpisahan mereka di Norland yang diceritakan di beberapa bab yang lalu, Edward pun berpamitan untuk pergi ke London dan berpisa dengan Elinor. Tak jauh beda dengan kejadian yang dulu, Elinor tampak sedih. Namun, Elinor tak memaparkan kesedihannya seperti yang dilakukan oleh Marianne. Elinor cenderung lebih menyimpan dan menyembunyikan kesedihannya. Untuk kesekian kalinya, perbedaan antara Elinor dan Marianne diceritakan oleh sang penulis secara perlahan - lahan. 


Bab 20
Kedatangan keluarga Palmer ke rumah Dashwood diceritakan di bab ini. Sifat - sifat dari tokoh Palmer pun ditunjukkan oleh sang penulis agar para pembaca dapat memahami lebih lagi. Mr. Palmer merupakan orang yang suka mengatakan hal - hal yang dapat menyinggung orang lain tanpa sengaja. Sedangkan istrinya, yaitu Mrs. Palmer, merupakan orang yang lebih menjaga perkataannya. Ia selalu tertawa untuk bantu menghindari suasana tegang yang dibuat oleh Mr. Palmer.

Melalui perbincangan di dalam bab ini, pembaca dapat dilihat keironian yang terkandung. Mrs. Palmer yang selalu berusaha tampil ceria sebenarnya sudah lelah dengan perilaku Mr. Palmer yang kurang baik. 


Bab 21
Menceritakan tentang kedatangan saudara sepupu Lady Middleton menandakan bahwa rumah Barton sangat sekali kedatangan tamu. Keluarga Dashwood diundang dan mereka berkenalan dengan dua tokoh baru yang dibawakan oleh penulis di dalam bab ini, yaitu Miss Steele dan juga Lucy. Kedua tokoh tersebut mengenal akan Willoughby dan juga Edward, yaitu kekasih Marianne dan Elinor dulu. Dengan membawa tokoh baru ke dalam cerita dengan latar belakang yang kenal atau berkaitan dengan tokoh - tokoh lain yang sudah ada dapat membantu membuat alur ceritanya lebih indah. Lagi - lagi, karakter Lady Middleton semakin ditunjukkan di bab ini. Diceritakan bahwa ia sangat meperdulikan anak kecil.


Bab 22
Terjadi hal yang sangat mengejutkan bagi saya di bab ini. Kisah cinta antara Elinor dan Edward Ferrars yang sempat diceritakan di beberapa bab yang lalu kini menjadi sebuah kisah cinta yang cukup pahit. Marianne merasa kurang cocok dengan Miss Steele. Sedangkan Elinor, ia merasa terganggu dengan Lucy. Lucy sering kali menanyakan kepada Elinor mengenai Mrs. Ferrars dan hal ini sangat tidak di inginkan oleh Elinor. Setelah cerita lebih lanjut, Lucy pun mengatakan bahwa ia telah bertunangan dengan Edward sejak 4 tahun lalu. Sangat mengejutkan, bukan? Tokoh yang baru dibawa oleh sang penulis di bab lalu ternyata memiliki sejarah hubungan yang panjang. Lucy pun menunjukkan beberapa bukti termasuk cincin, lukisan, dan surat. Hal ini sangat menyakitkan hati dan juga perasaan Elinor. Namun dengan sifat - sifat Elinor yang tak terlalu suka untuk menunjukkan perasaannya, Elinor harus menahan rasa sedihnya itu dan terlihat teguh. 

Bab ini adalah bab terakhir di volume satu, dan masih ada dua volume lagi di dalam buku Sense and Sensibility ini. Sebagai bab terakhir di volume satu, saya rasa penulis sangatlah pintar akan hal ini. Ia berhasil membuat sebuah kejutan yang tak terduga di dalam akhir volume satu dan ini dapat meningkatkan ketertarikan para pembaca untuk melanjutkan bacaannya ke volume berikutnya. Termasuk saya, saya menjadi sangat penasaran akan apa yang selanjutnya akan terjadi dan hal ini membuat saya sangat tak sabar untuk melanjutkan bacaan saya.

Comments

Popular posts from this blog

Mak Ipah dan Bunga Bunga - Sihir Perempuan, Intan Paramaditha

Listrik Mati - Tiada Ojek di Paris