Sense and Sensibility Volume 2 - Jane Austen
Sense and Sensibility - Jane Austen
Volume 2
Bab 23
Bab ini merupakan bab pertama di volume kedua dari buku Sense and Sensibility namun bab ini melanjutkan cerita yang terkandung dalam bab 22 di volume satu. Melanjutkan cerita tentang Elinor yang mengetahui bahwa Edward telah bertunangan dengan Lucy selama 4 tahun, Elinor masih belum lega akan hal tersebut. Elinor menganggap bahwa 4 tahun akan mengubah perasaan Edward tentang Lucy. Ia pun berharap jika Edward bisa memiliki perasaan terhadapnya.
Namun, walaupun ia merasakan kesedihan dan kebingungan, Elinor adalah orang yang lebih bijaksana. Ia tahu hal apa yang layak dilakukan dan hal apa yang tak seharusnya dilakukan. Ia tak berpikiran buruk terhadap Edward. Elinor sepertinya sempat berpikir untuk memberi tahu Lucy tentang hubungannya dengan Edward, namun ia masih terlalu patah hati dan juga rapuh. Lagi - lagi, Elinor bukanlah tipe orang yang suka untuk perasaannya diketahui orang lain, kebalikan dengan Marianne.
Bab 24
Masih melanjutkan kejadian yang sama, Elinor ingin menggali informasi lebih lagi mengenai hubungan yang dimiliki oleh Lucy dan juga Edward mantan kekasihnya. Menurut saya, hal ini adalah hal yang wajar. Sang penulis membuat tokoh - tokohnya se realistis mungkin dengan memiliki perasaan dan kebiasaan seperti manusia pada umumnya. Hal ini adalah hal yang bagus karena pembaca dapat memiliki hubungan dengan cerita tersebut. Ingin menanyakan dan menggali informasi lebih lagi akan suatu hal yang telah menyakitinya dengan sangat dalam adalah hal yang normal bagi saya, bahkan bisa - bisa saya akan melakukan hal tersebut jika saya berada di posisi Elinor.
Di dalam bab ini saya dapat merasakan ada perasaan iri antara Lucy dan Elinor karena mereka memang menyukai pria yang sama. Hal ini banyak sekali terjadi di kehidupan sesungguhnya, dan banyak sekali pembaca dapat merasa terhubung dengan kejadian yang ada di dalam cerita ini. Oleh karena itu, hal ini dapat meningkatkan minat para pembaca untuk membaca lebih lagi dan saya rasa itu adalah hal pintar yang dilakukan oleh sang penulis.
Bab 25
Bab ini menceritakan tentang Marianne dan Elinor yang diajak oleh mrs. Jennings untuk pergi ke London agar dapat menghabiskan waktu musim dingin bersama. Mengingat bahwa kekasih Marianne yaitu Willoughby berkata bahwa ia harus pergi ke London di beberapa bab lalu, Marianne menjadi sangat antusias untuk pergi bersama. Kebalikan dengan Elinor, ia tampak tak begitu gembira untuk pergi ke London. Hal ini mungkin disebabkan oleh luka hatinya karena mengetahui akan hubungan Lucy dan Edward. Namun karena sifat Elinor yang begitu pengertian, ia akhirnya memutuskan untuk ikut ke London setelah paksaan dan rayuan dari Marianne. Hal ini menunjukkan kebaikan hati Elinor dan betapa tak egois dirinya.
Untuk beberapa bab selanjutnya, saya rasa penulis akan menceritakan tentang Elinor dan Willoughby lagi karena sudah cukup banyak bab yang tak membahas akan mereka berdua. Apakah Willoughby ternyata sudah tunangan juga, seperti yang terjadi dengan Edward mantan kekasih Elinor? Apakah Willoughby akan menemui Marianne? Tak ada yang tahu akan hal tersebut, hanya bisa membaca dan menyaksikan apa yang terjadi selanjutnya.
Bab 26
Perjalanan mereka ke London diceritakan di bab ini. Sesampainya mereka di London, banyak sekali perasaan yang mengalir. Marianne yang awalnya sangatlah senang menjadi gelisah dan kecewa. Ada seseorang yang mengetuk pintu mereka. Dengan penuh kegirangan, Marianne berpikir bahwa itu pasti Willoughby. Ia sangatlah kecewa saat membuka pintu tersebut karena yang muncul adalah Kolonel Brandon. Kolonel Brandon sempat diceritakan di beberapa bab lalu, dimana Marianne dan Willoughby sangat tak menyukai Brandon namun Elinor berpikir bahwa Kolonel Brandon adalah lelaki yang baik untuk Marianne. Belum ada tanda - tanda akan kedatangan Willoughby, namun dari bab ini bisa disimpulkan bahwa Edward, Willoughby, serta Kolonel Brandon berada di London. Apakah yang akan terjadi berikutnya? Mengapa ketiga pria yang memiliki sejarah dengan Marianne dan Elinor bisa berkumpul di London? Apa maksud dari sang penulis? Kita hanya dapat tahu setelah kita membacanya.
Bab 27
Kedatangan Willoughby yang telah ditunggu - tunggu oleh Marianne beserta para pembaca belum juga muncul di bab ini. Dengan kedatangan Kolonel Brandon, Elinor menjadi senang. Mereka memang memiliki hubungan pertemanan yang cukup baik. Namun, pertanyaan - pertanyaan di bab yang lalu muncul lagi, bahkan menambah pertanyaan - pertanyaan baru. Apa sebenarnya motif dari Kolonel Brandon? Apakah ia memang tulus, atau ia memiliki motif tersembunyi? Sungguh, ceritanya sekarang menjadi sangat menarik. Saya sebagai pembaca tidak bisa menebak apa yang akan terjadi dan saya menjadi ingin lebih tahu akan hal selanjutnya yang akan terjadi.
Bab 28
Di dalam bab inilah baru Marianne dan Willoughby bertemu. Namun, pertemuan mereka tak berjalan sebaik dan se - romantis itu. Marianne mendatangi sebuah pesta, dan disanalah ia melihat Willoughby beserta cewek lain. Apakah itu kekasih baru Willoughby? Apakah Willoughby telah memanfaatkan Marianne saja karena usianya yang bisa dibilang masih sangat muda? Pertanyaan - pertanyaan tersebut secara otomatis muncul di benak saya.
Awalnya Marianne masih tak mengerti dan ia ingin menghampiri Willoughby karena begitu girang dirinya. Namun, kakaknya yaitu Elinor yang lebih bijaksana menahannya. Elinor sudah memiliki pemikiran bahwa Willoughby sedang bersama wanita baru, yang bisa - bisa menjadi kekasihnya. Di beberapa bab sebelumnya, diceritakan dimana Edward memiliki wanita baru dan hal ini membuat hati Elinor hancur. Dan di dalam bab ini, diceritakan dimana Willoughby memiliki wanita baru yang menghancurkan hati Marianne tentunya. Hal yang mirip atau hampir sama terjadi kepada dua saudara tersebut. Apa maksut sang penulis yang sebenarnya?
Bab 29
Marianne menuliskan sebuah surat terakhir kepada Willoughby. Dan untuk kali ini, suratnya dibalas. Namun cara Willoughby membalasnya sangatlah tak pantas dan tak beretika. Jujur saya, hal ini membuat saya kesal. Willoughby bersifat sangat tak bertanggung jawab akan Marianne, seolah - olah ia menganggap Marianne hanyalah sebuah mainan. Hal ini banyak sekali terjadi di kehidupan nyata, dimana pria bersifat kurang ajar terhadap wanita dan hanya mempermainkannya. Namun di sisi lain, bab ini juga menunjukkan karakter Elinor yang begitu pengertian. Ia sangat paham akan situasi dan hal apa yang harus dilakukan.
Bab 30
Kejelekan Willoughby semakin dipaparkan dalam bab ini. Kolonel Brandon mengatakan jika Willoughby telah bertunangan dengan Miss Grey dan mereka akan mendapatkan warisan besar dari orang tuanya. Kolonel Brandon dan Mrs. Jennings menunjukkan dukungan yang begitu hangat bagi Marianne. Walaupun mereka semua telah mengetahui bahwa Willoughby bukanlah pria yang baik, mereka masih sangat kaget ketika pertama kali mendengarkan kabar dari Kolonel Brandon tersebut.
Di beberapa bab yang lalu, Elinor memang selalu mengatakan jika Kolonel Brandon adalah pria yang baik, jauh lebih baik dari Willoughby. Kolonel Brandon terus menunjukkan perhatiannya dan kepeduliannya dengan Marianne. Apakah yang dikatakan oleh Elinor mengenai Kolonel Brandon itu benar? Apakah sesungguhnya Kolonel Brandon adalah pria yang benar - benar baik, atau apakah ada motif tersembunyi dibalik kebaikan Kolonel Brandon tersebut?
Bab 31
Di dalam bab ini, Marianne masih merasa sedih atas perbuatan Willoughby yang sangat tak dewasa itu. Hubungan antara Kolonel Brandon serta Marianne terus berkembang, membuat mereka semakin dekat. Hal ini bisa saja dikarenakan Kolonel Brandon pernah mengalami hal yang mirip seperti apa yang baru saja dialami Marianne. Kolonel Brandon menceritakan kepada Elinor, dimana ia kehilangan kekasihnya yang bernama Eliza. Ia juga menceritakan tentang sifat - sifat asli yang dimiliki oleh Willoughby. Saya rasa para pembaca sudah bisa membaca perasaan yang dimiliki oleh Kolonel Brandon terhadap Marianne sekarang.
Jika kita ingat di beberapa bab lalu, Kolonel Brandon sempat berpamitan kepada keluarga Mrs. Dashwood. Sekarang, sang penulis telah mengungkapkan alasan dari kepergian tersebut. Saya suka dengan cara penulis dimana di bab tertentu ia menjadikan suatu hal sebagai misteri, namun tetap memberikan jawaban dari misteri tersebut di beberapa bab setelahnya. Hal ini dapat menarik perhatian para pembaca serta membuat ceritanya dapat dipahami.
Bab 32
Di bab yang lalu, diceritakan dimana Kolonel Brandon menceritakan sifat - sifat Willoughby kepada Elinor. Di bab inilah Elinor menyampaikannya kepada Marianne. Tentu Marianne menjadi semakin kecewa dan kesal, walaupun mungkin tak di tunjukannya secara langsung. Namun, dengan berjalannya waktu, Marianne mulai memiliki hubungan yang tambah erat terhadap Kolonel Brandon. Saya rasa Marianne secara perlahan - lahan membuka dirinya terhadap si Kolonel tersebut.
Marianne dengan sifat kekanak-kanakannya membuat dirinya sedikit egois dalam memenuhi keinginannya. Hal ini sangat bertolak belakang dengan kakaknya, Elinor. Namun, keduanya memiliki sisi positif dan juga sisi negatif sendiri - sendiri. Dan disaat waktu susah pun, Elinor melengkapi Marianne dan juga sebaliknya.
Bab 33
Masih ingatkah dengan Mr. John Dashwood? Saudara laki - laki dari Elinor dan juga Marianne yang sudah lama tak dimasukkan oleh penulis kedalam cerita. Itulah John Dashwood, seorang pria yang telah berkeluarga dan menjadi ahli waris rumah keluarga di Norland. Mr. John Dashwood memiliki sejarah yang panjang, rumit, namun menarik dengan saudari - saudarinya. Karena sudah lama tak bertemu, banyak hal yang ditanyakan oleh Mr. John Dashwood kepada Elinor dan juga Marianne. Selama perbincangan berlangsung, para pembaca dapat melihat sifat - sifat kejam dan jelek yang dimiliki oleh Mr. John Dashwood ini. Ia mengatakan hal - hal yang saya rasa cukup menyinggung. Juga, John Dashwood membahas tentang keuangannya, dimana ia mengatakan bahwa kondisi uangnya kurang stabil agar ia tak harus membantu suadari perempuannya ini. Saya rasa John Dashwood telah diajarkan oleh istrinya, Fanny untuk mengatakan hal demikian.
Menurut saya, Mr. John Dashwood selaku saudara lelaki satu - satunya yang dimiliki oleh Elinor dan juga Marianne ini sungguh sangat mengesalkan. Ia menanyakan kepada Marianne masalah hubungannya dengan Willoughby, yang tentunya akan menyakiti hati Marianne. Ditambah, Mr. John Dashwood mengatakan jika ia sangat mendukung Elinor untuk menjalin hubungan dengan Kolonel Brandon. Sedangkan di waktu - waktu baru ini, Marianne baru saja dekat dengan Kolonel Brandon dan mungkin saja ada ketertarikan antara Marianne dan juga si Kolonel itu. Sifat Mr. John Dashwood yang mengesalkan bukanlah sebuah kejutan, karena memang dari awal cerita, sang penulis menggambarkan John Dashwood dengan watak - watak yang agak menyebalkan.
Cara Marianne dan juga Elinor dalam menanggapi Mr. John Dashwood juga dapat dilihat dan dibaca oleh para pembaca dengan sangat jelas dan gampang. Elinor, yang lebih menjaga perkataannya, lebih bijak, lebih pengertian, dan lebih bisa mengontrol emosi mencoba untuk tidak membahas hal yang menyakitkan untuk Marianne. Sedangkan Marianne yang diketahui untuk gampang sekali terbawa dalam emosi dan merupakan orang yang sangat sensitif terhadap perasannya, ia hanya bisa bersedih mendengar perbincangan tentang Willoughby lagi.
Bab 34
Di dalam bab ini, Mr. John Dashwood berserta istrinya, keluarga Middleton, Miss Steele, Kolonel Brandon, serta saudari Dashwood berkumpul untuk makan malam. Disana, Mrs. Ferrars memperlakukan Elinor dengan sangat kejam. Disaat Elinor sedang melukis, Mrs. Ferrars mengejeknya yang membuat Elinor sakit hati dan menangis. Namun, dengan sifat Elinor, ia memilih untuk diam dan memendam sakit hatinya itu. Mengetahui akan hal tersebut membuat Marianne untuk membela kakaknya. Mrs. Ferrars dengan kejamnya juga menghina Marianne dan disinilah Kolonel Brandon menunjukkan kepeduliannya untuk sekali lagi. Ia mencoba untuk menenangkan suasana. Juga, sang penulis menunjukkan ketertarikan Miss Steele dan Fanny terhadap Lady Middleton. Lady Middleton memang sangat beda jika dibandingkan dengan mereka, mungkin karena inilah mereka sangat mengagumi sifat dan juga kebiasaan yang dimiliki oleh Lady Middleton.
Bab 35
Elinor yang telah dilukai hatinya akibat perbuatan Mrs. Ferrars memilih untuk diam, dan ia bersyukur bahwa ia tak akan harus berhadapan lagi dengan Mrs. Ferrars karena ia tak mungkin menikahi Edward sekarang. Dengan sifat - sifatnya, Elinor memilih untuk menjauh. Namun, Lucy lagi - lagi memulai percakapan dengan Elinor yang tentunya menyebalkan. Disaat itu, datanglah Edward menemui Lucy. Edward ingin sekali menunjukkan kebahagiaannya, namun ia tak bisa karena disampingnya ada Lucy yang iri hati. Di dalam bab ini, kita dapat memahami perasaan Edward sesungguhnya. Apakah ia sebenarnya masih cinta terhadap Elinor? Apakah ia terpaksa dan tak mempunyai pilihan, yang membuatnya harus menjalin hubungan dengan Lucy? Kita juga dapat memahami sifat - sifat Lucy. Ternyata, Lucy adalah seorang perempuan yang mudah untuk iri hati. Ia terus - terus mengatakan dan berpikir bahwa Edward sudah pasti miliknya untuk mengintimidasi Elinor. Hal ini juga didukung oleh Mrs. Ferrars. Sedangkan untuk Edward, saya rasa ia menyembunyikan perasaannya terhadap Elinor.
Bab 36
Di dalam bab ini, Elinor dan Marianne diundang ke sebuah pesta dimana banyak tokoh - tokoh lain akan hadir, termasuk Robert Ferrars selaku adik dari Edward Ferrars. Mrs. Jennings sibuk mengurus cucu dari anaknya Mrs. Palmer, dan saudari Dashwood harus tinggal di kediaman keluarga Middleton. Mr. John Dashwood ingin mengundang keluarga Dashwood untuk tinggal bersamanya namun dengan sifat - sifat Mrs. John Dashwood, ia mengusulkan untuk mengundang Miss Steele saja. Memang dari bab - bab sebelumnya sudah diceritakan bagaimana Mrs. John Dashwood tak menyukai ibu mertuanya dan mungkin juga tak menyukai adik iparnya.
Bab ini adalah bab terakhir di dalam volume kedua, dan masih ada satu volume lagi di dalam buku Sense and Sensibility ini. Sedikit berbeda dengan penutupan volume pertama, volume kedua ditutup dengan melengkapkan cerita dan konflik - konflik yang ada, seolah - olah menyiapkan sebuah konflik baru di volume ketiga nantinya. Dengan ini, saya sebagai pembaca dapat memahami lebih tentang konflik - konflik dan cerita yang telah diceritakan. Hal ini membuat saya semakin siap untuk membaca akan konflik serta cerita - cerita baru yang terkandung di volume tiga nantinya.
Comments
Post a Comment