Jakarta Yang Sebenarnya? Tiada Ojek di Paris
Jakarta Yang Sebenarnya? - Jakarta Bukan Babylon
Esai kali ini diawali dengan cerita pengalaman seseorang baru pertama kali datang ke Jakarta. Dari pengalaman itu, sang penulis mengkaitkannya dengan isi pembahasan sebenarnya yaitu tentang Jakarta yang sebenarnya. Namun, saat saya membaca esai ini lebih lanjut lagi, ternyata ada sebuah makna yang ingin di sampaikan oleh penulis. Secara perlahan - lahan, dari awal esai, memang ada yang ingin disampaikan oleh sang penulis lewat karya nya ini. Di bagian akhir - akhir esai lah baru dapat dimengerti secara lengkap makna apa yang ingin disampaikan oleh sang penulis. Esai kali ini diakhiri dengan sangat baik. Dengan kalimat ‘Maka, waspadalah kepada usaha penyeragamaan, busana maupun pikiran, yang hanya akan mengembalikan kita ke abad kegelapan’, dapat memberikan suasana yang unik bagi para pembaca. Struktur dalam esai ini juga cukup baik. Diawali dengan pembukaan yaitu dengan sebuah cerita pengalaman pribadi, dan juga diakhiri dengan kalimat penutup yang sungguh amat baik. Secara keseluruhan, esai ini sangat bagus dan tak kalah dibandingkan esai - esai sebelumnya.
Comments
Post a Comment