Misteri Polaroid - Sihir Perempuan, Intan Paramaditha
Bab 7 : Misteri Polaroid
Cerita di dalam bab ketujuh dalam buku Sihir Perempuan ini merupakan tentang kisah seorang lelaki bernama Andri yang bekerja di suatu studio foto di bangunan yang tua. Ia bekerja dengan sepupunya, Jose yang merupakan fotografer terkenal dan yang mempunyai studio tersebut. Lelaki ini merupakan asisten dari Jose, sehingga sebelum sesi foto dimulai, ialah yang menyiapkan peralatannya, termasuk lampu - lampunya. Studio Jose memang berada di sebuah bangunan yang sangat tua, namun telah di renovasinya sehingga interior di dalam studio tersebut sudah lebih modern. Jose merupakan fotografer yang sangat teliti dalam pekerjaannya, terutama dalam pemilihan model.
Setiap terdapat sesi pemotretan di studio Jose, kebiasaan Jose adalah untuk mengetes hasil foto dengan menggunakan polaroid terlebih dahulu, dan jika hasilnya sudah bagus, maka ia akan langsung menggunakan slide untuk menggambil gambar lebih lagi. Hingga suatu hari, seperti sesi pemotretan lainnya, ketika semua sudah siap, Jose mengambil gambar dari polaroid untuk mengetes. Diberikannya lah polaroid itu kepada Andri polaroid yang masih dilapisi kertas hitam untuk digosok Andri sekitar satu menit agar gambar tercetak sempurna. Setelah gambar di polaroid itu muncul, terlihat ada cahaya merah yang memanjang yang menutupi bagian tubuh model tersebut. Jose berpikir bahwa itu hanya kesalahan dalam mengatur cahaya. Setelah diulang pengambilan polaroid itu, cahaya itu tak ada lagi. Terjadi hal yang sama di sesi pemotretan berikutnya. Terdapat cahaya merah lagi tetapi di bagian berbeda di setiap modelnya.
Hal ini membuat Andri menjadi penasaran, apakah yang menyebabkan cahaya merah itu terus muncul? Andri pun menanyakan hal ini kepada bapak tua yang berjualan di dekat studio itu. Bapak itu mengatakan bahwa dulu pernah ada seorang gadis yang meninggal di gedung itu, sebelum dijadikan studio oleh Jose. Gadis itu memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena ia dijodohkan dengan lelaki yang sangat amat kaya. Saat itu, keluarga gadis tersebut mengalami krisis ekonomi karena terjerit hutang. Gadis ini memang sangat cantik, banyak sekali yang naksir. Oleh karena itu, keluarganya memaksa dia untuk menikahi lelaki kaya yang sudah dijodohkan. Ia berusaha menolak, namun suaranya tak terdengar di dalam keluarga tersebut. Sehingga sekitar dua minggu sebelum hari perkawinannya, ia mengambil nyawanya sendiri dengan cara membakar diri di rumah itu, saat tak ada orang di rumah.
Maka Andri mengambil kesimpulan bahwa itulah, terkadang terlihat cahaya merah yang aneh di hasil - hasil foto polaroid Jose.
Cerita ini mempunyai makna yang sangat penting. Gadis itu sudah terkenal cantiknya, sampai banyak sekali orang yang naksir kepadanya, sampai seorang lelaki yang kaya raya. Bayangkan, berapa banyak wanita lain yang iri padanya semasa ia hidup? Mereka iri terhadap kecantikannya, namun gadis ini sendiri tak menyukai kehidupannya sendiri. Bisa saja, ia iri terhadap wanita lain karena kebebasan mereka dalam memilih jodoh. Terkadang orang hanya melihat fisik orang lain, dan menjadi iri akan mereka. Hanya dengan melihat fisik saja, orang bisa mengatakan bahwa hidup seseorang itu indah / buruk. Padahal di dalamnya, terjadi hal yang sangat tak terduga yang diluar ekspektasi semua orang. Penampilan fisik tak menjamin nasib atau kehidupan kita. Seseorang dengan penampilan fisik yang sangat baik, dalam arti kata sangat cantik ataupun tampan, tak selalu hidupnya enak, dan sebaliknya. Tak baik jika kita iri dengan orang lain, apalagi karena fisik mereka. Kita boleh mengagumi mereka, namun kita harus tetap bersyukur dengan apa yang kita miliki.
Comments
Post a Comment