Penyanyi Dangdut Di Tepi Jalan - Tiada Ojek di Paris

Penyanyi Dangdut di Tepi Jalan - Kesenian yang Tidak Peduli Kepada Penderitaan Adalah Dekaden



Menurut saya, esai kali ini sungguh unik dan juga menarik. Saya berpendapat demikian karena esai ini sebenarnya membahas tentang kisah seseorang yang melihat penyanyi dangdut dijalan pulangnya dari bandara. Namun, hanya dari penyanyi dangdut di pinggir jalan itu, sang penulis dapat mengutarakan suatu hal yang sangat bermanfaat dan juga bermakna bagi setiap pembaca. Ia memasukkan pandangan - pandangannya akan Jakarta di dalam pembahasannya ini, yang mendapat membuka pandangan orang lain akan Jakarta. Bahasa yang digunakan adalah bahasa campuran akan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Walaupun tak terlalu banyak Bahasa Inggris, ada beberapa kata di bagian - bagian tertentu esai ini yang menggunakan Bahasa Inggris.

Comments

Popular posts from this blog

Mak Ipah dan Bunga Bunga - Sihir Perempuan, Intan Paramaditha

Listrik Mati - Tiada Ojek di Paris

Sense and Sensibility Volume 1 - Jane Austen