Masihkah Jakarta Berarti Kemenangan - Tiada Ojek di Paris
Masihkah Jakarta Berarti Kemenangan - Sebuah Kota Dibangun Oleh Makna, Adalah Makna Yang Membuat Suatu Tempat Mempunyai Nama
Esai kali ini berbobot lebih berat jika dibandingkan dengan esai - esai sebelumnya. Dilihat dari inti esai ini dan juga strukturnya, esai ini tentunya membahas suatu yang jauh lebih serius dan berat dari sebuah penyanyi dangdut atau stereotip akan orang Jakarta. Sang penulis mengkaitkan esai ini dengan banyak hal, seperti mengkaitkannya dengan bahasa - bahasa lain. Bahasa Belanda dan Bahasa Melayu adalah contoh dari bahasa - bahasa yang digunakan untuk menyampaikan istilah - istilah di dalam esai ini. Di bagian tengah menuju akhir esai ini, sang penulis menyelipkan pendapatnya. Saya rasa menyisipkan pendapat dalam sebuah teks itu penting dan berguna. Dengan itu, para pembaca dapat mengerti pandangan dari penulis. Esai ini diakhiri dengan pertanyaan - pertanyaan. Saya yakin sang penulis mengakhiri pembahasannya dengan pertanyaan - pertanyaan untuk mendorong para pembaca agar berpikir lebih kritis dan turut mengembangkan pemikirannya akan pembahasan di dalam esai ini. Hal ini adalah hal yang sangat baik dan penting agar para pembaca juga dapat berpikir lebih lagi.
Comments
Post a Comment