Mahaselingan - Tiada Ojek di Paris

Mahaselingan - Ketika Selingan Telah Menjadi Rutin



Membahas hari selingan, bisa dilihat bahwa esai ini dituliskan dengan penuh ambisi. Saya dapat mengatakan begitu karena terdapat pertanyaan - pertanyaan yang diajukan oleh sang penulis kepada para pembaca seputar dengan topik pembahasannya. Tak berbobot berat, esai ini sangat cocok untuk dibaca ditengah waktu luang. Apalagi saat di mobil mau ke kantor. Pas sekali, bukan? Membahas hari selingan disaat perjalanan menuju kerja. Esai ini dituliskan dengan bahasa yang tak formal. Terdapat kata - kata seperti ‘pokoknya’ dan juga kata - kata yang dituliskan dalam bahasa Inggris seperti ‘surviva’. Campuran akan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang digunakan oleh sang penulis memiliki tujuan agar teks yang ia hasilkan tak terlalu formal, agar para pembaca yang membacanya dapat lebih santai.

Comments

Popular posts from this blog

Mak Ipah dan Bunga Bunga - Sihir Perempuan, Intan Paramaditha

Misteri Polaroid - Sihir Perempuan, Intan Paramaditha

Listrik Mati - Tiada Ojek di Paris