Tiga Kota Kontemporer - Tiada Ojek di Paris

Tiga Kota Kontemporer - Termasuk Yang Manakah Jakarta?

Ini adalah esai pertama dan juga bab pertama di dalam buku Tiada Ojek Di Paris. Esai ini dituliskan dari sudut pandang orang pertama, yaitu menganut sudut pandang dari penulis esai ini. Sang penulis menuliskan esai ini dengan cara yang menarik. Esai ini dapat memberikan edukasi kepada para pembaca namun juga dapat menghibur, membuatnya dapat memperluas pengetahuan seseorang. Di dalam esai ini, sang penulis menjelaskan tentang tiga tipe kontemporer, dan ia membahas Jakarta termasuk yang mana. Ia membahasnya disertai dengan argumen - argumen yang menurut saya cukup kuat. Setelah membahas tiga tipe kota kontemporer beserta dengan penjelasan dan contoh - contohnya, sang penulis memberikan konklusi tentang yang manakah Jakarta termasuk dari tiga tipe kota kontemporer itu. Bahasa yang digunakan oleh penulis termasuk bahasa Indonesia yang cukup formal, dengan mengandung beberapa kata yang susah untuk dimengerti bagi para pembaca seperti saya.

Comments

Popular posts from this blog

Mak Ipah dan Bunga Bunga - Sihir Perempuan, Intan Paramaditha

Misteri Polaroid - Sihir Perempuan, Intan Paramaditha

Listrik Mati - Tiada Ojek di Paris