Teater Absurd Permudikan - Tiada Ojek di Paris

Teater Absurd Permudikan - Kampung dalam diri Jakarta

Di dalam esai ini, sang penulis menuliskan tentang Homo Jakartensis yang setiap tahunnya berbondong - bondong mudik. Dalam penjelasannya itu, sang penulis memberikan contoh - contoh dan juga argumen - argumen yang dapat membantu para pembaca untuk lebih mudah mengerti isi dari esai tersebut. Tak hanya itu, sang penulis juga menuliskan beberapa pertanyaan - pertanyaan sebagai upaya untuk menjelaskan lebih dalam lagi akan topik yang ia bahas dan membuat para pembaca untuk lebih tertarik dalam membacanya. Jika melihat esai itu sendiri, dapat dilihat bahwa sang penulis menuliskannya dengan pembukaan, isi, dan juga konklusi di bagian penutup. Hal ini menunjukkan bahwa sang penulis dapat menuliskan esainya dengan struktur yang baik.

Comments

Popular posts from this blog

Mak Ipah dan Bunga Bunga - Sihir Perempuan, Intan Paramaditha

Listrik Mati - Tiada Ojek di Paris

Sense and Sensibility Volume 1 - Jane Austen