Dasi vs Sandal Jepit - Tiada Ojek di Paris
Dasi vs Sandal Jepit - Bagaimana Politik Identitas Bekerja
Di dalam esai ini, sang penulis dapat menyampaikan pembahasannya dengan cara yang sangat menarik. Sang penulis membahas tentang kebudayaan populer dan kebudayaan asli, konsumen dan produsen, sambil mengkaitkannya dengan dasi dan juga sandal jepit. Oleh karena itu, menurut saya esai ini dapat memberikan wawasan yang baru kepada para pembaca dengan cara yang santai dan mudah untuk dipahami. Mengkaitkan topik pembahasan dengan sandal jepit dan dasi adalah hal yang menarik. Bagaimana bisa pembahasan yang semestinya berat itu dapat dikaitkan oleh sang penulis dengan dua obyek sehari - hari manusia? Hal ini menunjukkan kemampuan penulis yang menurut saya sangat baik dalam melakukan penulisannya. Namun, bahasa yang digunakan oleh sang penulis dalam menuliskan esai ini agak susah untuk dimengerti. Penulis menggunakan kata - kata yang biasanya tak digunakan dalam percakapan sehari - hari. Sehingga, jika pembaca membaca esai ini dengan terburu - buru, mereka akan merasakan kesulitan dalam mengerti isi dari esai ini.
Comments
Post a Comment