Bajing Melintas di Kabel Listrik - Tiada Ojek di Paris

Bajing Melintas di Kabel Listrik

Penulis menuliskan esai ini dari seekor bajing yang dilihatnya melintasi kabel listrik. Dari pembahasan akan seekor bajing itu, sang penulis dapat menyindir tentang lingkungan hidup yang modern di tempat itu. Dengan berkembangnya jaman, habitat - habitat bagi binatang memang semakin sedikit karena wilayah - wilayah itu diubah menjadi tempat tinggal manusia yang penuh dengan perumahan dan bangunan. Sang penulis dapat menggambarkan perasaan, pemikiran, dankehidupan dari seekor bajing itu karena tempat tinggalnya semakin lama semakin dirampas oleh manusia. Dahulu, tempat - tempat yang merupakan kampung yang penuh dengan pepohonan sekarang menjadi tempat yang sangat amat berbeda. Bahasa yang digunakan oleh penulis di esai ini bukanlah bahasa formal.  Penulis menggunakan bahasa campuran antara Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa dan juga Bahasa Inggris. Menurut saya, kemampuan sang penulis dalam mengkaitkan isi dari penulisannya dengan seekor bajing ini adalah hal yang sangat kreatif dan dapat menarikk perhatian para pembaca.

Comments

Popular posts from this blog

Mak Ipah dan Bunga Bunga - Sihir Perempuan, Intan Paramaditha

Listrik Mati - Tiada Ojek di Paris

Sense and Sensibility Volume 1 - Jane Austen