Pintu Merah - Sihir Perempuan, Intan Paramaditha

Bab 5 : Pintu Merah
Bab kelima ini menceritakan tentang seorang putri bungsu bernama Dahlia yang merupakan kesayangan ayahnya. Ayahnya sudah tua, sudah membutuhkan banyak bantuan dan banyak waktu untuk istirahat. Ayah mereka merupakan ayah yang sangat keras dalam mendidik anak - anaknya. Karena Dahlia menjadi kesayangan ayahnya, kakak - kakaknya menyuruh Dahlia untuk menunda bekerja demi menjaga ayahnya, dan kakak - kakaknya lah yang akan memberikan dana untuk kehidupan Dahlia dan ayah mereka.

Dahlia tidak dapat melakukan hal - hal seperti yang dilakukan saudaranya ataupun seperti yang dilakukan oleh gadis - gadis lain pada umumnya. Ia hanya bisa beraktivitas untuk dirinya sendiri setelah ayahnya tertidur, karena ayahnya tidak ingin ditinggal oleh Dahlia. 

Sampai suatu hari, Dahlia menemukan sebuah pintu merah di sudut tergelap dalam rumahnya. Dibalik pintu tersebut, terdapat sebuah hutan dengan udara yang sangat menyegarkan. Dibalik pintu merah itu dimulailah dunianya yang baru. Terdapat sebuah sumur tua yang telah berlumut, yang di dalamnya terdapat bayangan sesosok wajah yang hanya mempunyai kepala dan sepasang mata tanpa bola. Dahlia pun menyadari bahwa bayangan yang ada di dalam sumur itu adalah bayangannya sendiri, namun ia masih tidak yakin. 

Terkadang, Dahlia ingin masuk ke dalam pintu merah itu dan tidak pernah keluar lagi. Namun, ia tentunya tidak bisa melakukan itu karena ayahnya sangat membutuhkannya. Hingga suatu malam, setelah ayahnya tertidur, ia pergi lagi kedalam pintu merah tersebut. Pada saat itu, banyak lelaki dan perempuan secantik peri sedang siap untuk berpesta. Dahlia pun duduk di atas sebuah batu dan mengagumi meriahnya pesta. Tiba - tiba, ia merasakan getaran tanah dan ia merasakan sesuatu yang tidak beres. Singkat cerita, terdapat sebuah serigala yang sangat amat besar yang menelan semua makluk yang ada disana, sehingga hanya tersisah Dahlia. Dahlia mencoba memikirkan cara untuk keluar dari sana, namun ia gagal. Tetapi sebelum serigala itu dapat menelan Dahlia, ia diselamatkan oleh bayangan yang ada di dalam sumur itu tadi. Dahlia pun dibawa masuk kedalam sumur, dan perempuan itu mengajaknya mengabdi menghantu di air tak berdasar, dan ia tak tahu bahwa ia dapat terbangun esok hari.

Dari cerita tersebut, Dahlia jadi menetap di dalam sumur karena rasa ingin tahunya yang sangat amat tinggi. Jika ia tidak ada rasa ingin tahu tentang hal - hal dibalik pintu merah itu, semua ini tidak akan terjadi. Jika saja ia menurut dengan perkataan ayahnya yang tidak ingin ditinggal, Dahlia akan tetap bersama ayahnya sekarang dan tidak harus menetap di dalam sumur. Sama seperti kita sehari - hari, terutama pada remaja, kita sering mengabaikan perkataan orang tua kita, dan melakukan hal - hal yang tidak seharusnya kita lakukan di belakang mereka. Tanpa kita sadari, hal - hal tersebut dapat menjerumuskan kita kepada suatu hal yang buruk, yang tidak kita inginkan. Namun setelah hal itu terjadi, kita tidak dapat kembali. Walaupun kita menyesal, itu tidak dapat mengubah apa - apa. Untuk menghindari hal - hal tersebut, alangkah baiknya jika kita menuruti dan mendengarkan perkataan orang tua kita, karena semua hal yang dilakukan oleh orang tua selalu ada tujuan yang baik demi anak - anaknya.

Comments

Popular posts from this blog

Mak Ipah dan Bunga Bunga - Sihir Perempuan, Intan Paramaditha

Misteri Polaroid - Sihir Perempuan, Intan Paramaditha

Listrik Mati - Tiada Ojek di Paris