Mobil Jenazah - Sihir Perempuan, Intan Paramaditha

Bab 4 : Mobil Jenazah

Bab keempat dari buku Sihir Perempuan ini menceritakan tentang seorang wanita yang bekerja sebagai dokter. Wanita yang bernama Karin ini memiliki dua anak bersama suaminya, Bram yang sangat amat manis, yang di puja - puja oleh semua orang. Karin pada dasarnya sangat menikmati film - film horror. Suatu saat ia pernah menonton sebuah kisah tentang sebuah pelayan yang dijemput oleh mpbil jenazah dan pelayan itu tak pernah kelihatan lagi.. Mobil jenazah itu ternyata berasal dari neraka, yang siap menjemput orang - orang yang waktunya telah habis.

Sebagai wanita yang menyukai kisah - kisah horror, tentunya cerita begitu terdengar biasa baginya. Namun, suatu hari, pada saat Karin menunggu jemputan di malam hari, tepatnya di pinggir jalan dekat tempat ia bekerja, ia melihat sebuah mobil jenazah yang jalan secara perlahan - lahan menuju rumah sakit tempat ia bekerja. Mengingat kisah tersebut, ia menjadi merinding. Untungnya tak lama kemudian sebuah taxi datang dan Karin pun menumpangi taxi tersebut untuk pulang ke rumahnya. 

Keesokan harinya, hal yang sama terjadi lagi. Pada waktu Karin menunggu taxi untuk pulang, mobil jenazah itu muncul lagi. Kali ini, mobil itu berjalan lebih lambat . Mobil jenazah itu berhenti di depan Karin dan supirnya mengajak Karin untuk pulang bersamanya. Singkat cerita, Karin merasa sangat aneh dan ia pun langsung menumpangi taxi yang baru saja datang.

Disaat Karin sampai rumahnya, ia melihat anak perempuannya, menangis di sofa rumahnya dengan seorang lelaki yang seumuran dengan putrinya itu. Putrinya pun mengatakan hal - hal yang Karin beum pernah dengar sebelumnya, sambil putrinya terus menangis. Karin kaget mendengar hal - hal itu dan ia pun jatuh pingsan. Ia kira, pada saat ia jatuh pingsan, akan mengagetkan putrinya dengan lelaki itu. Ternyata tidak. Tak ada suara, seolah - olah tak ada yang terjatuh. Karin mencoba mengamati dinding rumahnya, namun tak ada bayangannya sama sekali. 

Di dalam bab 4 ini, ceritanya sangat menarik. Ternyata perempuan yang bernama Karin itu telah meninggal dunia, dan pada saat ia mendengar putrinya menangis di sofa, ia bukan lagi manusian karena ia tak memiliki bayangan. Hal yang sagat mengejutkan, bukan? Siapa yang menyangka bahwa dari awal cerita ini, Karin sudah tiada? Bahwa mungkin cerita ini hanya merupakan hal - hal di pikiran Karin, sebelum ia sadar bahwa ia sudah tiada? Tertulis bahwa Karin adalah seorang istri yang mengetahui suaminya telah berselingkuh, namun ia sama sekali tak tahu tentang perilaku anaknya yang sangat mengecewakan. Ia berpikir bahwa anaknya yang perempuan sedang mengikuti seminar, yang sebenarnya tidak pernah ada. Ia kaget mendengar hal itu keluar dari mulut anak perempuannya, dan lebih kaget lagi pada saat ia sama sekali tak melihat bayangannya di dinding. 


Sama seperti kita di dunia ini, terkadang kita terlalu menutup mata dan hati kita. Kita berpikir bahwa kita sudah tahu tentang semua hal yang seharusnya kita tahu, namun kita tidak. Dan sebelum kita sadari, waktu kita di dunia sudah habis. Saat itulah kita akan terkaget - kaget dan akan merasa menyesal karena tak mengetahui kebenaran pada saat kita hidup di dunia. Untuk mencegah hal itu terjadi, alangkah baiknya jika kita mendengarkan orang - orang di sekeliling kita yang benar - benar menyayangi kita, sebelum kita berprasangka bahwa kehidupan kita sudah sempurna. Jika kita meluangkan waktu untuk mendekati orang - orang yang kita sayangi, mungkin mereka akan menceritakan kepada kita hal - hal yang belum pernah kita ketahui sebelumnya, dan kita bisa membantu mereka dengan cara membimbing mereka kepada hal yang benar, sebelum kita kehabisna waktu di dunia ini. Karena waktu kita di dunia ini sebenarnya sangat cepat, tanpa kita sadari, waktu kita telah habis. 

Comments

Popular posts from this blog

Mak Ipah dan Bunga Bunga - Sihir Perempuan, Intan Paramaditha

Misteri Polaroid - Sihir Perempuan, Intan Paramaditha

Listrik Mati - Tiada Ojek di Paris