Perempuan Buta Tanpa Ibu Jari - Sihir Perempuan, Intan Paramaditha
Bab 3 : Perempuan Buta Tanpa Ibu Jari
Di dalam bab ketiga ini, diceritakan kisah ibunya yang menjadi buta. Tak jelas ibu siapa yang dimaksud, karena namanya tidak di sebutkan. Ibu ini merupakan saudara tiri dari tokoh legenda yang sangat terkenal, yaitu Sindelarat. Ibu ini menceritakan kisah nya dengan Sindelarat, namun menurut versi nya sendiri. Ayah tiri dari Ibu ini yang merupakan ayah kandung dari Sindelarat, selalu memberikan gaun - gaun yang termewah kepada Sindelarat. Ibu ini pun menjadi iri, maka setelah ayah kandung Sindelarat meninggal dunia, ibu ini menyiksa Sindelarat. Walaupun sudah demikian, masih banyak laki - laki yang mengejar Sindelarat untuk menjadi istri mereka. Bahkan, para lelaki sampai mengantri - antri di depan rumah mereka untuk melamar Sindelarat.
Singkat cerita, setelah banyak sekali upaya yang menyebabkan Sindelarat untuk di kurung diatas loteng supaya tidak ada laki - laki yang menemuinya, Sindelarat tetap kawin dengan seorang pangeran yang sangat amat kaya, sedangkan ibu satu ini harus hidup secara miskin bersama saudara kandungnya dan ibunda mereka. Lalu, mengapa ibu ini menjadi buta? Ibu ini buta karena di serang oleh se ekor burung gagak hitam yang menelan bola mata ibu ini saat dia sedang melihat Sindelarat hidup di istana suaminya.
Dari isi cerita yang ada di dalam bab 3, karakter ibu ini kurang baik. Ia berbuat jahat kepada Sindelarat karena iri, tetapi ini bukan menjadi hal yang baik untuk dilakukan. Sehingga, tidak peduli berapa banyak hal yang telah dilakukan demi berusaha menghentikan Sindelarat untuk menikah dengan seseorang, pada akhirnya Sindelarat tetap menikah. Malah, Sindelarat menikah dengan seseorang yang kaya raya dan juga tampan.
Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang hidup dengan orang - orang lain harus mempunyai value atau yang disebut sebagai nilai - nilai kehidupan. Karena, pada akhirnya, orang yang benar - benar baik dan tulus akan menang, tak peduli beberapa banyak orang yang berusaha untuk menjatuhkannya. Tak baik jika kita berusaha susah payah untuk menjatuhkan orang lain karena ke - irian hati kita. Sangatlah lebih baik jika kita berusaha melakukan yang terbaik untuk diri kita sendiri, namun juga mendukung orang - orang di sekeliling kita dan bukan menjatuhkan mereka.

Comments
Post a Comment