Pemintal Kegelapan - Sihir Perempuan, Intan Paramaditha
Bab 1 : Pemintal Kegelapan
Pada bab yang pertama ini, seorang gadis kecil yang hanya tinggal bersama ibunya sejak usia 13 tahun sangat penasaran dengan loteng rumahnya, tetapi ibunya selalu mengunci loteng itu. Sampai pada suatu hari, sang ibu akhirnya menceritakan isi sebenarnya yang ada di loteng itu. Diceritakannya bahwa di atas loteng sana, terdapat hantu perempuan yang sedang menjahit selimut. Hantu tersebut dapat berubah wujud saat siang hari saja. Pada waktu itu, hantu tersebut diceritakan sedang jatuh cinta dengan seorang pemburu. Saat si hantu perempuan bertemu dengan si pemburu, hantu perempuan itu berubah wujud menjadi wanita yang cantik jelita. Suatu ketika, mereka berdua sedang menghabiskan waktu bersama dan hari berganti menjadi malam. Tanpa di sadari, hantu perempuan itu terlihat seperti wujud aslinya yang sangat menyeramkan, karena pada malam hari ia tidak dapat berubah wujud. Singkat cerita, hantu perempuan ini sakit hati terhadap si pemburu karena ia lari dengan ketakutan, sebelum hantu perempuan dapat menceritakan siapa dia sebenarnya. Akhirnya hantu perempuan ini menetap di sebuah loteng untuk menjahitkan selimut bagi kekasihnya itu.
Hari berganti hari, dan gadis ini telah tumbuh menjadi besar dan dewasa. Si gadis menyadari bahwa terdapat beberapa kejanggalan tentang ibunya. Sampai suatu hari, ibunya mengajak dia untuk pergi ke loteng dan di minta untuk berdiri di depan cermin. Disaat itulah ibunya berubah wujud menjadi hantu seperti yang telah diceritakannya. Gadis itu tidak lari ketakutan. Ia memang merinding, tetapi ia berusaha sebaik mungkin untuk melihat cermin dan melihat ibunya, sang pemintal kegelapan itu.
Setelah membaca sampai bab satu ini, menurut saya ceritanya mempunyai awal mula yang sangat menarik dan membuat para pembaca ketagihan untuk membaca buku ini sampai habis. Tidak disangka bahwa ibu itu lah yang merupakan hantu perempuan, dan tidak disangka bahwa anak itu tidak lari ketakutan saat melihat ibunya yang berubah menjadi hantu. Tak hanya sampai disitu, karena anak itu tetap menghormati ibunya dengan tetap melihat cermin walaupun ketakutan. Menurut pandangan saya, gadis itu tetap menyayangi ibunya walaupun ibunya telah berbohong kepadanya untuk waktu yang sangat lama. Hal ini merupakan hal yang patut untuk dicontoh, yaitu menghormati dan menyayangi ibu kita, walaupun mereka telah berbohong kepada kita ataupun mengecewakan kita. Karena sebenarnya, kita tidak akan ada di dunia ini tanpa seorang ibu yang telah rela melahirkan kita dan menjaga kita hingga kita besar. Ibu kita juga manusia, dan tidak ada manusia yang sempurna. Kita harus selalu menyayangi dan juga menghormati nya dalam situasi apapun.

Comments
Post a Comment