Sejak Porselen Berpipi Merah Itu Pecah - Sihir Perempuan, Intan Paramaditha
Bab 9 : Sejak Porselen Berpipi Merah Itu Pecah
Di dalam bab 9 ini, terdapat sebuah sepasang suami istri yang sudah cukup tua yang tinggal di sebuah rumah tua yang terawat. Mereka memiliki kucing bernama Si Manis, karena tingkah lakunya yang jauh lebih manis daripada ibunya dulu. Di dalam rumah mereka, terdapat sebuah boneka persolen yang ditempatkan di atas peti kayu antik dari Bali. Mereka mendapatkan boneka persolen bernama Yin Yin itu adalah hadiah dari keponekan mereka, Ardi. Yin Yin memiliki sepasang mata almon mungil, dengan kulit terang yang mulus, dan pipinya kemerahan. Senyuman Yin Yin begitu manis sehingga sepasang suami istri itu tidak berpikir untuk mencari bandingan bagi Yin Yin.
Suatu hari, Yin Yin terjatuh dari peti antik itu dan menjadi berkeping - keping. Perasaan istri itu menjadi hancur, berkeping - keping juga. Terlihat sebuah benang wol milik kucing Si Manis itu di dekat letak boneka porselen. Istri itu memikir bahwa kucingnya berusaha untuk mengambil benang wol itu, sehingga Yin Yin menjadi korban, Yin Yin harus pecah. Perasaan suami istri tersebut akan lebih baik jika saja Yin Yin dicuri, daripada harus pecah berkeping - keping. Karena setidaknya kalah Yin Yin dicuri, mereka berharap bisa saja pencuri itu menjualkan Yin Yin kepada seorang yang kaya, dan Yin Yin akan dirawat baik disana. Tetapi kenyataannya, kepala Yin Yin yang cantik terpisah dari tubuhnya, begitu juga kakinya yang mungil bersepatu beludru. Suami itu sudah berusaha untuk merekatkan semua bagian tubuhnya, tetapi terlalu banyak serpihan - serpihan kecil di bagian atas tubuhnya yang tak bisa direkatkan kembali. Yin Yin si boneka porselen berpipi merah itu telah berubah menjadi Sundel Bolong, maka ia diturunkan dari peti dan dimasukkan ke dalam laci tertutup.
Berbulan - bulan setelah kejadian itu terjadi, Ardi kembali mengunjungi sepasang suami istri itu dan memberikan hadiah boneka laki - laki dengan pakaian tradisional Cina merah mewah, yang ukuran tubuhnya sama dengan Yin Yin. Ardi berpikir bahwa boneka lelaki itu akan snagat ccook untuk Yin Yin, namun istri itu mengatakan bahwa Yin Yin telah pecah karena SI Manis. Karena sudah ada boneka lelaki itu, Yin Yin pun dikeluarkan lagi dari laci yang gelap, dan dipajang di sebelah boneka lelaki itu.
Si Manis menghilang keesokan harinya, tetapi tidak ada yang peduli. Seorang tetangga melihatnya menggelandang dengan kucing liar lainnya. Dalam benak Si Manis, jika saja ia dapat berbicara, ia akan mengatakan bahwa memang benar ia secara tidak sengaja menjatuhkan Yin Yin, namun ia telah melihat semuanya dari mata Yin Yin. Yin Yin telah merasa kesepian, menjadi pajangan yang dibanggakan. Yin Yin memang ingin bunuh diri, karena ia suka kegelapan dan ingin bercinta dengan setan.
Dari hal ini, terdapat makna yang sangat baik. Kita tidak boleh menyalahkan orang lain akan sesuatu hal jika kita belum tahu pasti, jika kita hanya melihatnya dengan kasat mata kita saja, tanpa mendengar alasan orang lain. Karena jika kejadian seperti ini terjadi, kasian si Manis yang harus mendapatkan semua akibatnya, padahal sebenarnya Yin Yin sendiri telah ingin bunuh diri. Kita harus mendengarkan alasan orang terlebih dahulu sebelum bertindak, dan alangkah baiknya jika kita dapat memaafkan orang lain, tanpa menyimpan rasa pahit ataupun dendam.
Comments
Post a Comment