Vampir - Sihir Perempuan, Intan Paramaditha
Bab 2 : Vampir
Suatu hari, bos yang bernama Irwan ini mengajak Sarah untuk pergi minum kopi sehabis kantor. Pada awalnya Sarah ragu untuk menerima ajakan tersebut, namun ia takut untuk menolak. Mereka berbincang di sebuah kafe dan bos Irwan menawarkan untuk mengantar Sarah pulang. Sarah pun menolak, tetapi Irwan tetap memaksa. Irwan meminta ijin untuk menggunakan kamar mandi di rumah Sarah, dan Sarah pun mengijinkannya. Saat mereka berdua di dalam rumah, terjadilah hal - hal yang sebenarnya tidak di inginkan Sarah, hal - hal yang sangat jauh dari kata ‘ profesional ‘.
Yang sangat menarik dari bab dua ini, terdapat selipan kata - kata garis miring yang menurut saya adalah perasaan dalam hati dari si Sarah. Tak seberapa jelas maksut dari kata - kata tersebut, namun tetap ada relasi nya dengan isi di dalam bab dua ini. Menurut saya, Sarah memang ingin bersikap profesional dalam pekerjaannya. Namun, saya rasa ia tidak dapat menolak kelakuan bos Irwan karena aslinya ia juga ingin hal - hal itu. Yang membuat ia ingin bersikap profesional adalah karena ia orang yang rapi dan teratur, dan juga ia tahu bahwa Irwan telah memiliki istri.
Tetapi, bisa saja ini adalah sebuah plot twist. Bisa saja sebuah ini adalah hanya dalam mimpi si Sarah, karena pada akhir bab kedua, tertulis bahwa terdapat telfon yang berbunyi di jam setengah tujuh pagi. Sehingga semua itu sebenarnya tidak benar - benar terjadi, namun hanya sebuah bayangan atau mimpi seorang Sarah yang tinggal sendirian di rumahnya.
Comments
Post a Comment