Posts

Premanisme - Tiada Ojek di Paris

Premanisme - Ideologi yang Bikin Empet Menurut saya, esai ini bersifat sangat edukatif. Esai ini dapat membuka mata dari para pembaca dan mengubah pola pikir mereka. Sang penulis menggunakan kejadian nyata yang telah ia lewati sebagai contoh dari pembahasan di esai ini. Walaupun contoh kisah hidupnya itu tidak terlalu rumit, namun hal ini dapat menjadi pelajaran yang penting bagi orang lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa yang tak formal, membuat esai lebih santai dan nyaman untuk dibaca. Bahkan, terdapat campuran - campuran dari bahasa Jawa yang diselipkan oleh penulis di dalam kalimat - kalimat tertentu. Di akhir dari esai ini, sang penulis mengakhirinya dengan kalimat yang bersifat ‘mengubah’. Yang saya maksut dari ‘mengubah’ adalah mengajarkan suatu hal yang baru kepada para pembaca yang mempunyai kemungkinan untuk mengubah pola pikir para pembacanya. Saya kira hal ini adalah hal yang menarik yang dilakukan oleh sang penulis.

Meski Hanya Rp.500,- - Tiada Ojek di Paris

Meski Hanya Rp.500,- - Ekonomi Moral di Gerbang Tol Menurut saya, esai ini adalah esai yang sangat menarik. Dari topik pembahasannya, struktur penulisannya, dan juga contoh - contoh yang diberikannya sangat menarik perhatian saya. Jalan tol adalah hal yang sangat umum di kalangan manusia. Tentunya, semua orang yang memasuki jalan tol harus membayar tarif. Di dalam esai ini, penulis pertama menceritakan akan kegemarannya terhadap orang Indonesia penjaga tol yang tampaknya terjamin. Sang penulis menganggap bahwa walaupun banyak sekali orang besar yang melakukan korupsi, setidaknya orang kecil seperti penjaga gerbang tol itu masih jujur. Dalam menjelaskan isi dari esainya, sang penulis pun menceritakan tentang kisah hidupnya sebagai contoh. Ia menceritakan pengalamannya di gerbang tol, bersama dengan seorang penjaga gerbang tol. Setelah menceritakan itu, ia menuliskan bahwa sekarang rasa kepercayaannya sudah tak ada lagi. Hal ini sangat menarik bagi saya karena kemampuan sang penulis ...

Kopi - Tiada Ojek di Paris

Kopi - Kopi Bukan Hanya Caffeine, Kopi Telah Menjadi Makna Esai ini membahas tentang topik yang tak jauh berbeda dari esai sebelumnya, yaitu yang bersangkutan dengan kopi. Kalau esai sebelumnya lebih membahas tentang gerai kopi Starbucks, esai kali ini membahas tentang kopi itu secara general . Sang penulis memberikan informasi dan juga fakta - fakta penting akan kopi yang dapat mengedukasikan para pembaca. Untuk membuat hasil tulisannya lebih terpercaya, sang penulis mengkaitkannya dengan beberapa sumber - sumber yang lebih terkenal seperti National Geographic dan Jakarta Post. Jika membaca esai ini lebih lagi, terdapat pembahasan - pembahasan sedikit tentang Starbucks. Setelah membaca esai ini secara penuh, ternyata terdapat kaitannya juga dengan beberapa esai sebelum ini yang membahas tentang Homo Jakartensis. Menurut saya, esai ini cukup menarik karena waktu pertama kali membaca, saya pikir esai ini hanya membahas tentang kopi secara general . Namun setelah mendalaminya lebih l...

Intelektual Starbucks - Tiada Ojek di Paris

Intelektual Starbucks - Starbucks Coffee di Kampus Perjuangan Seperti judulnya, esai ini membahas tentang Starbucks, yaitu sebuah tempat kopi yang berasal dari Seattle. Penulis dapat menuliskan informasi - informasi penting akan gerai kopi yang sekarang terkenal di seluruh dunia, yang dapat menjadi sangat berguna bagi para pembaca. Dalam menyampaikan tulisannya, sang penulis mengkaitkan dengam sebuah novel dan juga film yang ia ketahui, agar membuat isi dari esainya lebih dapat di percaya dan jelas. Cara sang penulis dalam menyampaikan hal ini pun dengan cara yang tak terlalu rumit. Ia hanya menuliskan secara langsung, bisa dibilang secara blak-blak an. Hal ini bisa dilihat dari paragraf kedua dalam esai ini, dimana sang penulis mengaku bahwa ia sendiri belum tamat membaca novel Moby Dick karya Herman Melville.

Gresik United, Real Mataram, Tangerang Wolves - Tiada Ojek di Paris

Gresik United, Real Mataram, Tangerang Wolves - Praksis dari Teori Bunglon Menurut saya, esai ini memiliki judul yang sangat lucu dan menarik. Dilihat dari judul esainya saja, bisa diketahui bahwa esai ini adalah esai yang kocak. Setelah dibaca, memang benar terdapat banyak lelucon di dalam esai ini. Sebuah tim sepak bola yang bernama Manchester United, diubah oleh sang penulis menjadi Gresik United. Para fans sepak bola tentunya akan menganggap esai ini lucu. Bahasa yang digunakan dalam esai ini juga bukan bahasa formal. Bahasanya nyantai, bahasa yang biasanya dipakai orang untuk komunikasi antar teman. Nyantai, tak berstruktur, dan mudah untuk dimengerti. Walaupun esai ini kocak, bukan berarti esai ini tak memiliki makna atau tujuan. Sama seperti esai yang lain, sang penulis menyelipkan sebuah pesan di dalam karya esai nya ini. Ia membahas tentang proses mimikri seperti bunglon. Esai nya ini sangat pantas untuk dibaca oleh orang - orang yang memiliki waktu luang dan juga ingin t...

Kado Perkawinan - Tiada Ojek di Paris

Kado Perkawinan - Tentang Udang di Balik “Restu” Esai yang satu ini sangat menarik perhatian saya. Tak terlepas dari esai yang membahas tentang Homo Jakartensis sebelumnya, esai ini juga terdiri dari paragraf pembuka, isi, dan juga penutup. Yang sangat menarik perhatian saya adalah sang penulis tak hanya membahas atau memberikan penjelasan akan topik yang dibahasnya. Untuk membuat esai ini lebih jelas, sang penulis mengkaitkannya dengan sebuah sumber dari beberapa penelitian yang ada. Ia menggunakan hasil penelitian beberapa ilmuwan dari tahun - tahun sebelumnya untuk mendukung argumen dalam esainya itu. Jujur, esai ini termasuk esai yang agak berat untuk dibaca bagi orang umum seperti saya. Namun, bagi orang yang hobi dalam hal - hal yang beginian, mereka akan menemukan esai ini sangat menarik dan juga bermanfaat.

Terbang - Tiada Ojek di Paris

Terbang - Revolusi Harga Tiket Pesawat telah Mengubahkonotasi Terbang Bisa dibilang bahwa esai ini adalah esai yang menarik. Topik yang tak begitu dipikirkan oleh kebanyakan orang, termasuk saya, ternyata bisa menjadi topik pembahassn yang sangat menarik. Pesawat terbang adalah hal yang cukup umum di generasi ini. Namun, sang penulis dapat melakukan sebuah komparisasi akan situasi penerbangan saat ini dan dulu. Di dalam komparisasi ini, sang penulis memasukkan beberapa contoh yang dapat membuat para pembaca memahami lebih dalam lagi. Bahasa yang digunakan oleh sang penulis pun merupakan bahasa sehari - hari, sehingga membuat esai ini sangat nyaman dan cocok untuk dibaca diantara waktu - waktu luang.